WONOSARI-JUMAT KLIWON | Ir. Lazarus Arintoko, alumni Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang mengatakan bahwa dalam menghadapi serangan hama tikus dan kethek atau kera petani Ponorogo terbilang genius kreatif.
Hal itu dia sampaikan setelah mengunjungi kebun budidaya jahe gajah putih milik Hanif warga Ponorogo Jawa Timur belum lama ini.
Satu rimpang jahe gajah putih umur empat bulan berdasarkan pengamatan Lazarus Arintoko menghasilkan sekitar 8 on jahe basah.
Ditunggu dua bulan lagi, kata Arintoko, produksinya bisa mencapai 1 kilogram setiap rumpun.
Sesungguhnya, demikian pakar pertanian asal Sawahan Ponjong, yang kini tinggal di Klaten itu menegaskan, Dinas Pertanian Pangan serta DPRD Gunungkidul jika melakukan kunjungan kerja kudu lebih fokus dan selektif supaya hasilnya bermanfaat untuk petani.
Komisi B bila kunker pertanian harus memilih jenis dan kawasan tanaman budidaya yang tikus dan kethek tidak doyan.
Salah satu budidaya yang disingkiri tikus dan kethek adalah jahe. Dua hama itu pasti mati kutu. Berani mencoba memakan jahe gajah putih dipastikan mulutnya bakal gebres-gebres. (Bambang Wahyu)
WONOSARI - KAMIS KLIWON | BDM (58) seorang lelaki pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas…
GUNUNGKIDUL – KAMIS KLIWON | Kecelakaan tragis menimpa seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Jalan…
GUNUNGKIDUL - KAMIS KLIWON Setidaknya 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang beroperasi untuk sementara…
YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…
GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…
NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…