WONOSARI-JUMAT KLIWON | Ir. Lazarus Arintoko, alumni Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang mengatakan bahwa dalam menghadapi serangan hama tikus dan kethek atau kera petani Ponorogo terbilang genius kreatif.
Hal itu dia sampaikan setelah mengunjungi kebun budidaya jahe gajah putih milik Hanif warga Ponorogo Jawa Timur belum lama ini.
Satu rimpang jahe gajah putih umur empat bulan berdasarkan pengamatan Lazarus Arintoko menghasilkan sekitar 8 on jahe basah.
Ditunggu dua bulan lagi, kata Arintoko, produksinya bisa mencapai 1 kilogram setiap rumpun.
Sesungguhnya, demikian pakar pertanian asal Sawahan Ponjong, yang kini tinggal di Klaten itu menegaskan, Dinas Pertanian Pangan serta DPRD Gunungkidul jika melakukan kunjungan kerja kudu lebih fokus dan selektif supaya hasilnya bermanfaat untuk petani.
Komisi B bila kunker pertanian harus memilih jenis dan kawasan tanaman budidaya yang tikus dan kethek tidak doyan.
Salah satu budidaya yang disingkiri tikus dan kethek adalah jahe. Dua hama itu pasti mati kutu. Berani mencoba memakan jahe gajah putih dipastikan mulutnya bakal gebres-gebres. (Bambang Wahyu)
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…
GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…
SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY tewas…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…
RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…