WONOSARI, Sabtu Legi-Dampak bencana yang melanda Gunungkidul, pasca banjir masyarakat diminta waspada lantaran bisa dimungkinkan terjadi penyebaran Virus Leptospirosis.
Seperti yang dikatakan oleh Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Zoonensis, Dinas Kesehatan Gunungkidul Yudo Hendratmo, melalui ponselnya, Sabtu, (02/12).
“Penyebaran Leptospirosis perlu diwaspadai pasca bencana banjir dan tanah longsor di Gunungkidul,” ujarnya.
Dianjurkan, tempat yang terdampak banjir, Khususnya tempat tinggal untuk ngepel lantai dengan mengunakan byclean.
“Itu sudah bisa membunuh bakteri patogen seperti lepto dan tetanus,” sarannya.
Lebih lanjut, ia juga menyarankan, apabila diduga terkena virus Leptospirosis, sudah mulai terasa sakit segera periksa ke fasilitas layanan kesehatan dari pemerintah.
” Agar bisa segera ditindaklanjuti, sesuai Surat Edaran Bupati Gunungkidul bahwa selama masa tanggap darurat bencana, layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana, gratis atau ditanggung Pemda Gunungkidul,” terangnya, tanpa menyebut nomor SK.
Yudo menambahkan bahwa masa inkubasi lepto 7-10 hari bahkan lebih, demam berdarah (DBD) 3-7 hari, dan tetanus 7- 14 hari.
“Jadi kewaspadaan dan surveilance terhadap hal itu bisa dihitung sejak hari H dan selama masih ada efek banjir,”pungkasnya.
Reporter: W. Joko Narendro.
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…