WONOSARI – Sabtu Pon | Suasana menjelang pengumuman penetapan hasil Pemilu Presiden 22 Mei mendatang direspon Jamaah Tabligh Gunungkidul. Komunitas dakwah non organisasi tetapi terorganisir ini berharap, ulama menjaga kedamaian dan ketentraman umat.
Pimpinan Jamaah Tabligh Gunungkidul Mahmud Ali mengungkapkan, situasi politik menjelang hasil perhitungan KPU hendaknya disikapi dengan bijak. Begitu juga dengan para ulama, mereka memiliki kewajiban memberi rasa tenang kepada umat.
“Kami tidak berpolitik, namun kami berharap para ulama memberi rasa tenang kepada umat Islam. Mari kita berdakwah dengan cara lembut dan santun, peristiwa politik tidak perlu menjadikan konflik,” ungkapnya saat buka bersama tokoh Gunungkidul Mayor Sunaryanto di Mijahan, Semanu, Jumat (17/05/2019).
Dia mejelaskan, jamaah tabligh merupakan komunitas yang berdakwah dari masjid ke masjid. Dalam berdakwa jamaah tabligh tidak pernah membahas politik, apalagi mengarah ke suatu gerakan tertentu.






