RONGKOP-JUMAT LEGI | Pasca peristiwa tanah amblas di rumah Sukamto (65) yang terletak disamping Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), tepatnya di Padukuhan Saban, 08/02, Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, merasa khawatir terjadi amblas susulan.
Diceritakan oleh Sukamto peristiwa tanah amblas terjadi pada, Selasa, (12/01/2021) sekitar pukul 20.00 WIB. Tanah amblas berada di samping rumah hingga menembus bawah pondasi dinding salah satu kamar rumahnya dengan kedalaman sekitar 6 meter, panjang 4 meter dan lebar 4 meter.
“Sebelum kejadian terdengar suara gemuruh dari dalam tanah, beruntung saat itu kamar dalam keadaan kosong. Untuk tumpukan kayu bakar serta tangga bambu (Jawa : ondo) lenyap seolah tertelan lubang tersebut,” jelas Sukamto, Kamis, (14/01/2021) siang.
Guna antisipasi hal tidak diinginkan, Sukamto dibantu warga melakukan penimbunan dengan menggunakan material batu yang berasal dari bantuan pihak pelaksana proyek JJLS sebanyak 6 rit truk damp.
Sukamto menambahkan, apabila kondisi hujan lebat air sering menggenang di rumahnya dikarenakan saluran air yang ada belum memadai. Terlebih, posisi rumah Sukamto berada di bawah ketinggian JJLS. Namun demikian, dirinya tidak bisa memastikan penyebab dari tanah amblas tersebut dikarenakan faktor apa.
Sementara itu Supriyatno warga setempat menyampaikan, dengan adanya kejadian tersebut, pihak terkait baik pemerintah maupun tim ahli dari akademisi melakukan penelitian karena sepanjang sejarah, di tempat tersebut belum pernah terjadi peristiwa serupa.
“Kebetulan yang mengalami musibah ini om saya. Harapan saya ini dilakukan investigasi oleh dinas terkait, sehingga keluarga yang mendiami rumah ini bisa nyaman dan tidak khawatir,” ungkap Supriyatno.
Informasi yang berhasil dihimpun dari warga menyebutkan, patut diduga salah satu faktor penyebab peristiwa tersebut akibat kurang layaknya saluran drainase JJLS, sehingga apabila hujan deras terjadi genangan air di tempat tersebut. (Agus SW)












