Habiskan Anggaran Dana Desa Ratusan Juta, Pembangunan JUT Kalurahan Monggol Diduga Menyimpang

1637

SAPTOSARI-SABTU WAGE | Polemik pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) Kalurahan Monggol, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, makin santer diperbincangkan publik.

Meski telah menelan anggaran negara sebanyak seratus tujuh puluh juta rupiah lebih, yang di anggarkan melalui Dana Desa (DD) tahun 2020, JUT belum kelar dikerjakan pada akhir tahun.

Ironisnya, penyelesaian pekerjaan menunggu rekomendasi Tim Monitoring Kapanewon setempat dan baru akan dikerjakan kembali pada pertengahan Januari ini.

Berdasarkan fakta lapangan yang ada, kuat dugaan mengarah pada unsur kesengajaan terkait penyimpangan penggunaan Dana Desa untuk pembangunan JUT tahun 2020, di Kalurahan Monggol, Kapanewon Saptosari.

Dugaan tersebut dikuatkan oleh beberapa sumber salah satunya tenaga kerja yang saat itu mengerjakan proyek JUT yakni, Wasmorejo (67) warga Padukuhan Bulurejo, Kalurahan Monggol, Kapanewon Saptosari.

Wasmorejo dengan lugas mengatakan, bahwa pekerjaan telah dihentikan sejak bulan November tahun lalu lantaran tidak tersedianya material.

“Nek ora ono barange opo kon nembok nganggo lemah?,” ungkap Wasmorejo dengan logat Jawa, Kamis, (14/01/2021) siang.

Wasmorejo menceritakan, dirinya tidak mengetahui permasalahan serta alasan dari Pemerintah Kalurahan Monggol terkait tidak adanya material untuk pembagunan JUT yang belum kelar tersebut.

Dalam pelaksanaannya kala itu, Wasmorejo berujar, bahwa JUT dikerjakan oleh lima orang pekerja dan dirinya merupakan salah satu dari mereka. Adapun lama pengerjaan diungkapkan Wasmorejo, sekitar tiga minggu pada bulan Oktober 2020 lalu.

Sementara itu, Ulu-Ulu sekaligus TPK pembangunan JUT Kalurahan Monggol, Sukaryono membenarkan, pekerjaan JUT baru terealisasi 80% mesti tahun anggaran 2020 telah usai. Pihaknya berjanji kekurangan 20 % dari pekerjaan yang ada akan segera selesaikan pada pertengahan bulan Januari 2021 ini.

“Ini baru 80% dan 20% lainnya akan segera kita realisasikan termasuk setom,” jelas Sukaryono.

Selain itu, Hasil Monitoring dan evaluasi Penewu Saptosari yang selanjutnya tertuang dalam rekomendasi menunjukan dugaan yang mengarah pada unsur kesengajaan dan bukan keterlambatan pekerjaan akibat faktor lain.

Meski tanpa menunjukan serta menyebut nomor dan tanggal rekomendasi, penewu mengakui beberapa item belum dikerjakan sesuai rencana.

“Dari catatan-catatan kami, waktu itu sudah ketemu langsung dengan pelaksana pekerjaan di lapangan dan kita berikan saran-saran termasuk tidak adanya papan kegiatan, talud belum selesai dan perkerasan jalan dengan alat berat belum dilaksanakan,” ungkap Djarot Hadi Atmojo, Panewu Kapanewon Saptosari beberapa waktu lalu di ruang kerjanya.

Sementara itu hasil pantaun awak media di lokasi proyek, tampak JUT yang dibangun pada Oktober tahun lalu dan telah dihentikan pada November tahun 2020 belum layak secara fisik serta badan jalan telah banyak ditumbuhi rumput liar.

Dari penelusuran yang berhasil dikumpulkan patut diduga kuat adanya unsur kesengajaan terkait penyimpangan DD untuk pembangunan JUT di Kalurahan Monggol tahun 2020 tersebut. (Agus. SW)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.