GUNUNGKIDUL-JUMAT PAHING | Hadirnya investor di Gunungkidul tidak hanya bisa dirasakan melalui tingkat serapan tenaga secara kuantitatif tetapi juga melalui efek kualitatif. Secara jumlah bisa diukur, tetapi secara efek banyak dinikmati banyak orang.
Demikian Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho, S.Sn. menanggapi pernyataan Slamet, S.Pd. MM terkait investasi dan tingkat keterserapan 11.252 pengangguran di Gunungkidul tahun 2021.
Heri Nugroho politisi Golkar pengusung Bupati ini menyatakan, bahwa Bupati Sunaryanta menjabat baru berapa hari.
“Jadi saya kira belum bisa bahwa apa yang diinginkan langsung terlaksana,” ujarnya. 16-4-2021.
Menurut Heri, berbicara investasi mestinya berlandaskan jangka waktu. Dan ingat, kata Heri, bahwa investasi ini bukan satu-satunya program untuk memakmurkan rakyat. Cukup nyata bahwa sisi positif investasi yang ada selama ini bisa dilihat efeknya dari sisi kualitatif bukan hanya kuntitatif.
Ditanya soal bagaimana dengan serapan Heha dan De Mangol terhadap pengangguran di Gunungkidul secara makro, dia menyatakan tidak bisa bicara jumlah orang.
“Saya bicara umum saja, kalau menyebut personal Heha, De Mangol dan yang lain berati saya tidak fair. Mosok ngitung dari 11.252 yang di De Mangol 100, yang di Heha 250, terus dijumlah ketemu berapa. Tidak bisa begitu,” tegas Ketua DPD Golkar Gunungkidul ini.
Orang tidak bisa bicara berapa yang bekerja di Heha, tapi siapa saja yang kena dampak adanya investasi seperti pemilik UKM makanan olahan yang berjualan di pinggir jalan yang menuju lokasi destinasi. Ini menurutnya juga mengurangi pengangguran.
Tetapi dia tetap mengakui bahwa serapan mestinya juga harus diukur dengan angka, jadi bisa dilihat jumlahnya.
“Iya dengan angka tapi bukan serta merta di Mangol ada menyerap 100 orang, yang lain sekian orang,” kata Heri. (Bambang Wahyu Widayadi)






