Gerindra Sosong Pesta Demokrasi 2019 dengan Gaya Lungiting Asmoro

1323

KARANGMOJO, SENIN WAGE-Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mendongkrak jumlah kursi DPRD Gunungkidul dari 6 (enam) menjadi 9 (sembilan) bukan hal yang sulit. Pesta demokrasi 2019 intinya adalah politik bersenang-senang. Oleh sebab itu, Gerindra menyambut pemilu serentak dengan cara bersukaria.

Purwanto, ST, menyatakan hal di atas di depan 650 kader, saat mendampingi Nadiyono, Ketua DPC Gerindra Gunungkidul kampanye silaturahmi di rumah makan Bebek Goreng Pak Koes, jalan Karangmojo, (9/12).

“Kemenangan Gerindra berada di tangan kader. Saya yakin, yang hadir saat ini dipastikan memilih Partai berlambang Garuda,” ujar calon legislator DIY itu yakin.

Sementara itu, Budi Waljiman, SH, caleg DPRI RI, asal Nagan Yogyakarta menimpali, pemilihan umum itu merupakan perebutan kekuasaan secara konstitusional.

“Berada di luar lingkar kekuasaan, Gerindra tidak akan bisa berbuat banyak untuk melakukan perubahan,” tandas Budi Waljiman.

Dia mengajak seluruh kader Gerindra untuk merebut kekuasaan sesuai aturan yang berlaku. Jalan satu-satunya, kata dia, Prabowo harus menjadi Presiden RI ke 8.

Untuk menggolkan Prabowo menjadi Presiden, ini kata Ketua DPC Gerindra Gunungkidul, Ngadiyono, kader harus memilihnya Prabowo dengan rasa senang, tidak dengan terpaksa.

“Politik itu tidak bikin orang susah, tetapi sebaliknya,” kata Ngadiyono, sembari mengajak kader berdiri, menyanyikan tembang Lungiting Asmara dan Sewu Kutha.

Pada hari yang sama, silaturahmi juga dilakukan di Rest Area Bunder, kecamatan Playen, dihadiri 500 kader. Materi dan gaya silaturahmi politik, sama.

Panwaslu dan Kepolisian setempat, baik Karangmojo maupun Playen, mengawasi dan berjaga di sekitar area. Silaturahmi politik di dua tempat dimulai jam 09.00 berakhir pukul 15.00 Wib. (Agung)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.