Gamelan YuNa Inovasi Seniman Asal Gunungkidul

1601

YOGYAKARTA-JUMAT PAHING | Masyarakat Minahasa  Sulawesi Utara membuat alat musik  dari kayu khusus kemudian tersohor dengan nama Kolintang.

Mulyana seniman asal Padukuhan Sumber, Desa Candirejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul memperkenalkan gamelan Jawa slendro Pelog dari kayu nangka.

mBah Mul demikian dia biasa disapa, menyebut dengan istilah Gamelan YuNa akronim dari Kayu Nangka. Gamelan YuNa dibuat mulai tahun 2018. Satu set Laras Slendro sudah jadi saat ini sedang digarap yang nada pelog.

Raden Mas Kukuh Hestriyasning atau Rama Aning Cicit Hamengku Buwana Ke-7 menjelaskan hal itu di kediamannya, Ndalem Benawan Yogyakarta Jum’at (6-5-2022).

“Semua bilah  berbahan baku YuNa cuma kendangnya saja yang standar,” ujar Rama Aning.

Menurutnya  ide ini awalnya karena  Mbah Mulyo  ingin memiliki gamelan logam tetapi harganya  mahal sementara  anak-anak  dusun Sumber kepingin belajar menabuh gamelan.

“Mbah Mul mencoba berkarya dan terwujudlah gamelan YuNa laras slendro,” terang Rama Aning.

Gamelan ini sangat unik,  kebetulan paguyuban Yuna Mulya singkatan Kayu Nangka dari Mbah Mulyo dibina oleh Paguyuban Budaya Banyu Biru.

Alat musik tradisional karya cipta inovatif itu pentas pertama di NDalem Benawan Jum’at petang (6-5-2022) pukul 16:00 WIB.

Sayangnya pejabat Kundha Kabudayan tidak terlihat mendampingi Yuna Mulya pada pentas perdana itu.

“Rasanya belum dengar keberadaan Paguyuban Yuna Mulya lain waktu akan saya sampaikan agar menjadi ivent di Gunungkidul,” pungkas Rama Aning. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.