Bersih Dusun Tiga Padukuhan Semanu Syarat Utama Harus Ada Kulit Kijang

3921

SEMANU, KAMIS WAGE – Bersih dusun tiga Padukuhan Desa Semanu tidak berani meninggalkan tradisi. Belum memperoleh lulang kidang (kulit kijang), belum berani Rasulan.

Sesepuh tiga Padukuhan Semanu, Suharyono (62), mengatakan, tradisi pengadaan lulang kidang diajarkan oleh nenek moyang, sampai saat ini masih dilestarikan.

“Kulit kijang adalah syarat utama. Kalau belum ada, kita tidak berani melaksanakan rasulan (bersih dusun),” ungkapnya, Rabu (01/08).

Suharyono mengaku tidak mengetahui persis mulai kapan syarat tersebut diwajibkan. Ia hanya mengikuti yang diajarkan para leluhur.

Dia menyatakan, selama tiga Padukuhan Semanu melaksanakan bersih dusun, belum pernah meniadakan syarat kulit kijang.

“Masyarakat mencari cara, kulit kidang harus ada,” jelasnya.

Dia tidak mengetahui resikonya, bila syarat itu dilanggar, karena selama ini syarat tersebut selalu terpenuhi.

“Masyarakat hanya meneruskan pesan leluhur. Saya tidak mengetahui kegunaan syarat itu secara detail,” imbuhnya.

Syarat kulit kijang, menurut Suharyono disempurnakan dengan empat perlengkapan.

Pertama, gagar mayang, berisi berbagai dedaunan. Ini representasi suasana desa yang ditumbuhi berbagai tanaman.

Kedua, rujak tape, (kelapa muda diberi tape). Diterangkan sebagai minuman faforit Dewi Sri atau Sri Sedono alias si Penguasa padi.

Ketiga ayam panggang. Ini syarat lain menggambarkan perjuangan para petani yang harus diimbangi dengan sedekah kepada sesama.

Keempat, sego golong (nasi yang dibuat bulat). Pemaknaannya supaya masyarakat golong gilig (menyatu) dalam segala hal, baik kehidupan dunia maupun akhirat. (Jk/ig)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.