PATUK , (Rabu Kliwon)-Penerimaan siswa baru jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat praktis tapi ribet. Metode online sangat mudah dikerjakan tetapi ada kendala teknis di server. Bahron Rosyid, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Gunungkidul tak menyangka, hal itu terjadi.
Abigail Wahyu Satriyani, siwa SDN Bunder II dan kawan-kawan, mendaftar ke SMP 2 Patuk (4/7), data belum bisa diunggah, karena server tidak bisa dibuka. Sekolah, menurut mereka, baru berusaha menghubungi Disdikpora.
Fakta menunjukkan, token alias identitas masing-masing siswa pun belum bisa diambil. Abi dan kawan-kawan harus datang lagi ke SMP 2 Patuk hari berikutnya (5/7).
“Praktis tapi rumit,” kata Abi.
Diminta menjelaskan kendala teknis, Kadis Dikpora Gunungkidul Bahron Rosyid menyarankan agar Abi dan kawan-kawan datang ke sekolah asal atau ke sekolah yang akan dituju. Ketika mencoba masuk, Bahron membenarkan, server memang tidak bisa dibuka. Bertindak cepat, dia menghubungi telkom.
“Kami sedang koordinasi dengan telkom. Murid yang sudah daftar tapi belum online diterima dulu, berikutnya akan segera dientry,” pungkasnya. (Agung)






