WONOSARI – RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor (IPB) resmi memulai pengabdian di Padukuhan Wareng 4, Kalurahan Wareng, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Dalam kesempatan tersebut, KKN IPB mengenalkan Program Tani Hayati kepada sejumlah kelompok tani untuk peningkatan kualitas pertanian.
Abdul Azis Ketua Koordinator KKN menjelaskan, Program Tani Hayati merupakan kegiatan pembuatan dan demonstrasi aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sebagai pupuk hayati untuk mendukung ketahanan pertanian di Kalurahan Wareng.
Demonstrasi dilaksanakan bersama Gapoktan Muda Widodo dan disertai sesi diskusi interaktif mengenai berbagai tantangan yang dihadapi petani, seperti kendala budidaya dan penurunan hasil panen.
“Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan manfaat PGPR sebagai salah satu inovasi yang dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian secara berkelanjutan,” ungkap Abdul Azis, Rabu (29/07/2026) siang.
Lebih lanjut Abdul Azis mengatakan, dengan mengenalkan inovasi PGPR diharapkan dapat membantu petani mengurangi pupuk kimia 30% serta menjadikan akar pada tanaman kuat serta sehat sehingga nutrisi yang dibutuhkan pada tanaman bisa maksimal.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Aziz bersama rekan mahasiswa IPB lainnya merasa terkesan akan keramahan serta tanggapan dari semua warga khususnya di Padukuhan Wareng 3 dan 4.
“Kami kelompok KKN IPB sangat senang bisa dekat dan diterima oleh warga Wareng disetiap kalangan serta selalu menebarkan keramahan. Harapan kami, agar setiap program yang dilaksanakan bisa diterapkan dan dimanfaatkan untuk pertanian yang lebih baik,” jelas Abdul Azis.
Terpisah Ketua Kelompok Tani Wanita Menur Kalurahan Wareng, Suparjiyem mengatakan, adanya mahasiswa KKN diharapkan menjadi inspirasi bagi kaum tani dalam belajar teknologi pertanian.
“Belajar dapat dilakukan dimana saja, sebagai petani kita harus menerapkan ilmu bukan hanya sekedar menjadi petani biasa. PGPR yang disosialisasikan KKN sangat bermanfaat untuk peningkatan hasil pertanian kami ke depannya” tutup Suparjiyem.
Penulis: Agus SW
Editor: HRD
Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029






