Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

72

YOGYAKARTA – JUM’AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara resmi meluncurkan Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) di gedung Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Kamis 20 Agustus 2026.

Materi tentang Pendidikan Khas Kejogjaan tersebut nantinya akan dimasukkan dalam ruang perkuliahan di Perguruan Tinggi di DIY.

Hal ini tertuang dalam kesepakatan antara Pemda DIY dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Yogyakarta.

Sri Sultan menjelaskan, Pendidikan Khas Kejogjaan, bertujuan agar konsep kekhasan Yogyakarta bisa berbicara kepada sistim pendidikan nasional.

Pendidikan, lanjut Sri Sultan, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang cakap secara teknis, tetapi juga harus membentuk manusia yang mampu memahami dampak ilmu, menentukan arah, serta bertanggung jawab atas pilihan yang diambil.

“Hari ini, melalui kerja sama dengan LLDikti Wilayah V, gagasan itu menemukan jalannya yang lebih luas, masuk ke ruang kuliah, ruang penelitian, dan ruang pengabdian di seluruh perguruan tinggi di wilayah DIY,” kata Sultan di kampus UNY.

Karena itu, masih menurut Sri Sultan, nilai-nilai Kejogjaan perlu diterjemahkan menjadi laku nyata melalui pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan budaya kelembagaan perguruan tinggi.

Sri Sultan memandang keraton sebagai horizon nilai, kampus sebagai pusat daya kritis berbasis pengetahuan, dan kampung sebagai ruang kenyataan hidup tempat ilmu dan nilai diuji. Ketiganya menjadi ekosistem yang saling menguatkan.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY Prof. Setyabudi Indartono menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti 244 peserta dari 123 perguruan tinggi, baik PTN maupun PTS di bawah Kemdiktisaintek, perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama, maupun perguruan tinggi kementerian/lembaga lainnya.

Setiap perguruan tinggi mengirimkan dua peserta, yakni pimpinan perguruan tinggi dan satu pendamping dari bidang akademik atau dosen yang memiliki keterkaitan dengan PKJ.

Menurut Prof. Setyabudi, PKJ memiliki tiga tujuan utama, yakni memperkenalkan Pendidikan Khas Kejogjaan yang berlandaskan budaya Ngayogyakarta Hadiningrat dan konsep Widya Saka Tunggal, membahas kiprah dan implementasinya di perguruan tinggi, serta menanamkan nilai-nilai PKJ kepada pimpinan, dosen, dan mahasiswa.

Upaya tersebut, lanjutnya, diarahkan untuk mewujudkan sosok Jalma Kang Utama yang memiliki jiwa Satriya Ngayogyakarta: sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh.

Di lokasi yang sama, Rektor UNY Prof. Dr. Sumaryanto mengapresiasi atas kepercayaan menjadikan UNY sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.

Dirinya menegaskan komitmen UNY bersama perguruan tinggi di DIY untuk melaksanakan dawuh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam memperkuat pendidikan khas Kejogjaan.

“UNY tidak dapat meninggalkan empat K, yaitu kampus, kraton, kantor, dan kampung,” ujarnya.

Dikatakan Rektor, komitmen tersebut antara lain diwujudkan melalui penggunaan gagrak Mataraman setiap Kamis Pon. UNY juga mendorong fakultas menjadi lini depan implementasi PKJ, khususnya Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang telah mengawali pengembangan kekhasan Kejogjaan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Brian Yuliarto mengapresiasi penyelenggaraan Byawara PKJ.

Menurutnya, nilai-nilai luhur Yogyakarta seperti mangayu hayuning bawana, sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh, dan golong gilig sangat relevan untuk membentuk lulusan yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus berkarakter, berintegritas, peka terhadap persoalan sosial, serta memahami akar budayanya.

Dirinya berharap Byawara PKJ tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan langkah konkret dan model integrasi PKJ dalam pembelajaran maupun pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Penulis: Witanto
Editor: HRD

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/002




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.