JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

92

GUNUNGKIDUL – KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) meresmikan dan memperkuat kerja sama budidaya ayam broiler di Kabupaten Gunungkidul.

Kerja sama tersebut mencakup penyediaan Days Old Chick (DOC) serta pendampingan dan bimbingan teknis budidaya. Melalui kemitraan ini, para peternak di Gunungkidul diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kemandirian usaha, sekaligus berkontribusi terhadap ketersediaan protein hewani yang stabil bagi masyarakat.

Dalam acara seremoni Realisasi Penguatan Kerjasama Kemitraan Koperasi LPER dan Japfa Comfeed Indonesia yang digelar di Jetis, Kalurahan Pampang, Kapanewon Paliyan, Direktur JAPFA, Rachmat Indrajaya mengatakan, kerja sama budidaya merupakan bagian dari komitmen JAPFA untuk mendukung peternak rakyat melalui akses terhadap DOC, pendampingan teknis, dan kolaborasi pemasaran yang berkelanjutan.

“JAPFA juga menyerap hasil produksi peternak melalui fasilitas Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) yang kami miliki. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kedaulatan pangan sekaligus mendorong pemberdayaan dan keberlanjutan usaha peternak rakyat”, jelas Rachmat, Kamis (03/09/2026) siang.

Lebih lanjut Rachmat menyampaikan, kerja sama budidaya ini dibangun berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pembagian peran yang jelas. Peternak bertanggung jawab atas infrastruktur kandang dan tenaga kerja, sementara JAPFA memastikan ketersediaan DOC sesuai standar kualitas serta memberikan pendampingan teknis.

“Sementara itu, Koperasi LPER berperan sebagai koordinator komunitas peternak sekaligus katalisator usaha bersama dalam hilirisasi hasil peternakan,” ungkapnya.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P melalui Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Gunungkidul, Supartono, ST., M.T. menyambut baik kerja sama tersebut dan menilai kolaborasi antara swasta, koperasi, dan peternak dapat memperkuat fondasi ketahanan pangan di daerah.

“Kami sangat mengapresiasi sinergi antara swasta dan koperasi ini dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan Gunungkidul. Menjadikan peternak rakyat sebagai penyedia pangan yang tangguh adalah kunci. Dengan adanya bimbingan teknis dan akses pasar, kami berharap para peternak di Gunungkidul dapat memiliki usaha yang lebih stabil dan skala yang terus tumbuh untuk berkontribusi langsung pada ketersediaan protein hewani bagi masyarakat,” jelas Supartono.

Dr. drh. Agung Suganda, M.Si, Dirjen PKH Kementerian Pertanian RI dalam sambutannya menegaskan, sebagai tindak lanjut implementasi Permentan Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi, Kementerian Pertanian mendorong kemitraan seperti ini karena industri dan peternak rakyat harus tumbuh bersama.

“Ketika peternak mendapat akses sarana produksi, pendampingan, dan kepastian pasar, produktivitas meningkat dan usaha menjadi lebih kuat. Pada akhirnya, yang kita bangun bukan hanya usaha peternakan, tetapi ekosistem pangan yang mampu menjaga pasokan protein hewani sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.” terang Agung Suganda.

Ditempat yang sama, H. Mulyadi Atma, Ketua Koperasi LPER, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Ditjen PKH dan JAPFA atas terjalinnya kerja sama ini. Ia berharap kerja sama tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan direplikasi di seluruh wilayah keanggotaan LPER yang tersebar di 17 provinsi.

Lebih lanjut, Mulyadi yang juga putra asli Gunungkidul mengimbau kepada anggota LPER yang mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam kerja sama ini agar dapat menjaga amanah dan menjalankan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.

Dengan demikian, kerja sama dapat berjalan dengan lancar, memberikan manfaat yang optimal, serta menciptakan nilai bagi kedua belah pihak.

Sinergi ini juga difokuskan pada upaya peningkatan kesejahteraan peternak rakyat melalui sistem insentif yang jujur dan berbasis kinerja. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong peternak untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya, sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat. Melalui pengelolaan risiko secara bersama dan penerapan standar budidaya yang selaras dengan ketentuan regulasi, kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang terukur dan berkelanjutan bagi peternak.

“Kami berharap penguatan kerjasama ini menjadi langkah nyata dalam mendukung kedaulatan pangan dan menjadikan peternak rakyat sebagai rekanan pangan yang mandiri secara ekonomi”, tutup Mulyadi.

Diketahui, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. merupakan perusahaan agribisnis terkemuka di Indonesia yang memiliki lini bisnis produksi pakan ternak, pembibitan unggas, peternakan komersial, pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen, budidaya perairan, serta perdagangan dan lain-lain.

Diiringi dengan program-program kegiatan sosial yang berkontribusi dalam pengembangan masyarakat, JAPFA terus mendukung pengembangan kualitas hidup, sesuai dengan nilai perusahaan “Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama”

Penulis: Agus SW
Editor: HRD




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.