RELIGI

Al Quran Berumur 2 Abad Ditemukan di Gunungkidul

PONJONG-SELASA LEGI | Al-quran langka dengan usai dua abad ditemukan di Kabupaten Gunungkidul DIY. Sebuah Alquran yang ditulis dengan tulisan tangan tesebut hingga saat ini masih tersimpan di rumah Jayani Zaini warga Dusun Wonodoyo, Sumbergiri, Kapanewon Ponjong.

Meskipun ada sedikit kerusakan di bagian depan, namun tulisan yang diperkirakan ditulis dengan tangan pada sekitar tahun 1800-an tersebut masih sangat jelas.

Hal tersebut dijelaskan oleh Jayani, bahwa Alquran ini tersimpan secara khusus pada kotak kayu miliknya. Sampul yang terbuat dari kulit diakuinya sudah tidak utuh begitu pula dengan kertasnya.

Sebagian sudah rusak termakan usia, akan tetapi, Jayani berujar, bahwa tulisan masih terlihat bagus dan dapat dibaca.

Pada lembar awal, terlihat ada tulisan Jawa yang kurang jelas. Kertasnya sudah berwarna coklat dan agak kasar.

“Alquran ini sudah turun temurun dari leluhur sejak tahun 1997 saya yang merawat,” katanya kepada wartawan, Selasa (09/02/2021) siang.

Dijelaskannya sejarah Alquran tulisan tangan ini diterimanya secara lisan. Dari penuturannya, seseorang keturunan Majapahit dengan nama KRT Wiroyudo menyebarkan agama Islam di Gunungkidul pada sekitar tahun 1800-an.

“Beliau tinggal di wilayah Umbulrejo tak jauh dari rumah saya ini. Kemudian memiliki dua anak yang disekolahkan ke Arab Saudi, saat pulang ke Gunungkidul keduanya diminta untuk menyiarkan agama Islam di wilayah Wonosari dan Tepus,” katanya.

Muhammad Ihsan, merupakan salah satu anaknya, yang kemudian mengabdi di Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat sebagai abdi dalem.

Karena jasanya, diceritakan Jayani, Ihsan diberikan tanah Merdikan seluas kurang lebih 1 hektare di Padukuhan Wonodoyo dan mempersunting salah seorang puteri kraton.

“Setelah menikah beliau mendirikan rumah limasan dan joglo sederhana. Dia juga mendirikan pondok pesantren yang diberi nama Rodhatul Qulud. Akhirnya membangun masjid Al Jami’ yang tertulis di sekitar masjid yang didirikan tahun 1824,” ujarnya.

Penyebarluasan Islam terus dilakukan oleh keluarga keturunan Wiroyudo ini. Sebuah Alquran bersampulkan kulit juga ditulis tangan, sampai pada akhirnya Jayani mendapatkan mandat untuk menjaga dan merawat Alquran tersebut.

Selain itu dia juga diminta untuk menyuburkan kegiatan masjid Al Jami’.

“Kemungkinan Alquran ini dibuat sejak masa Muhammad Ihsan untuk menyebarluaskan Islam di kalangan masyarakat. Tapi saya kurang paham siapa penulisnya,” ucapnya. (Heri)

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

5 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

4 minggu ago