JAKARTA, SENIN PON-Kepala Laboratorium Kedaulatan Pangan dan Agribisnis Kerakyatan (Lab KPAK) Petani Unit Riau, Sahat Mangapul Hutabarat mengaku tidak heran jika Rancangan Undang-undang (RUU) Kelapa Sawit akan di golkan menjelang Pilkada atau Pemilu ini.
Dirinya mengkritisi RUU Kelapa Sawit itu sama sekali tidak berpihak pada petani. Bahkan kata dia, RUU Sawit tidak membumikan Pancasila, dan membuat Petani semakin jauh dari keadilan sosial serta kedaulatan pertanian berintegrasi.
Menurutnya, banyak pihak memprediksi RUU tentang Perkelapasawitan akan lolos terutama mendekati suasana panasnya arus kepentingan biaya Pilkada dan Pemilu.
“Pemain sawit selalu mengklaim besarnya peranan industri sawit dalam mendongkrak perekonomian bangsa, seakan akan industri sawit jalan keluar keterpurukan ekonomi bangsa ini,” ujarnya kepada wartawan Senin (23/04).
Petani sawit rakyat benarkah sejahtera? Sama saja nasibnya dengan Petani jenis lain, Petani sawit prakteknya tetap jadi hisapan mafia pertanian.
“20 tahunan lalu Petani sawit rakyat yang berasal dari Sumatra Utara (daerah awal industri sawit) berlomba-lomba membuka hutan untuk di tanam sawit, merambah ke propinsi Riau, Jambi, Sumatra Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu bahkan sampai Kalimantan. Tidak heran status tanah PETANI sawit rakyat ini sampai sekarang masih banyak dalam kawasan hutan,” ungkapnya. (IWO)
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…