Menanggapi adanya mindset sekolah favorit dan bukan favorit di kalangan masyarakat, Bahron menjelaskan, dalam kurun 4 (empat) tahun setelah sistem zonasi diterapkan secara konsisten nanti akan mulai terlihat sebaran prestasi dan nilai relatif akan lebih sama.
“Jadi nanti antara sekolah yang satu dengan lainnya relatif sama, sehingga semua sekolah kami nanti favorit” jelas Bahron.
Sementara itu, untuk sekolah SD yang kekurangan siswa, pihak dinas akan berusaha melakukan pemerataan. Bagi sekolah yang mendapat siswa kurang dari 10 (sepuluh) agar siswa terdekat dilayani. Bahron menyampaikan, idealnya dalam satu rombongan belajar minimal sepuluh siswa.
“Bila kurang dari itu, kita layani namun ini kan boros,” pungkas Bahron Rasyid. Ag
Page: 1 2
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…
GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…
GUNUNGKIDUL – SELASA PON, Seorang laki-laki berinisial S (64), warga Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, ditemukan…
PALIYAN - MINGGU PAHING, Pengemudi Toyota Inova diduga mengantuk mengakibatkan kecelakaan beruntun di Jalan Paliyan-Saptosari,…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIT Studi Hukum Perdata (USHP) Fakultas Hukum Universitas Janabadra resmi meluncurkan…
GUNUNGKIDUL – SABTU LEGI, Menyongsong libur nasional dan perayaan Paskah 2026, Kepolisian Resor (Polres) Gunungkidul…