Menanggapi adanya mindset sekolah favorit dan bukan favorit di kalangan masyarakat, Bahron menjelaskan, dalam kurun 4 (empat) tahun setelah sistem zonasi diterapkan secara konsisten nanti akan mulai terlihat sebaran prestasi dan nilai relatif akan lebih sama.
“Jadi nanti antara sekolah yang satu dengan lainnya relatif sama, sehingga semua sekolah kami nanti favorit” jelas Bahron.
Sementara itu, untuk sekolah SD yang kekurangan siswa, pihak dinas akan berusaha melakukan pemerataan. Bagi sekolah yang mendapat siswa kurang dari 10 (sepuluh) agar siswa terdekat dilayani. Bahron menyampaikan, idealnya dalam satu rombongan belajar minimal sepuluh siswa.
“Bila kurang dari itu, kita layani namun ini kan boros,” pungkas Bahron Rasyid. Ag
Page: 1 2
YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…
YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…