Menanggapi adanya mindset sekolah favorit dan bukan favorit di kalangan masyarakat, Bahron menjelaskan, dalam kurun 4 (empat) tahun setelah sistem zonasi diterapkan secara konsisten nanti akan mulai terlihat sebaran prestasi dan nilai relatif akan lebih sama.
“Jadi nanti antara sekolah yang satu dengan lainnya relatif sama, sehingga semua sekolah kami nanti favorit” jelas Bahron.
Sementara itu, untuk sekolah SD yang kekurangan siswa, pihak dinas akan berusaha melakukan pemerataan. Bagi sekolah yang mendapat siswa kurang dari 10 (sepuluh) agar siswa terdekat dilayani. Bahron menyampaikan, idealnya dalam satu rombongan belajar minimal sepuluh siswa.
“Bila kurang dari itu, kita layani namun ini kan boros,” pungkas Bahron Rasyid. Ag
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - JUM'AT LEGI, Ritual adat pembukaan Cupu Kyai Panjala di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar,…
YOGYAKARTA - SABTU KLIWON, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar serah terima jabatan Direktur Reserse Kriminal…
YOGYAKARTA - JUM'AT WAGE, PUCUK pimpinan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi berganti, setelah Kapolri…
BANTUL - KAMIS WAGE, POLISI mengungkap kasus dugaan penggelapan sejumlah barang milik sebuah toko grosir…
PENDIRI Ikatan Wartawan Online (IWO) akan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) perdana pada tahun 2026. Dalam…
GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI, Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Gunungkidul telah terlaksana, Sabtu (26/09/26).…