Edy juga menjelaskan, bahwa masalah kekeringan sudah hampir merata di 14 kecamatan. Namun demikian, yang mengajukan permohonan bantuan air bersih ke BPBD Kabupaten Gunungkidul secara resmi baru 8 kecamatan.
Beberapa kecamatan belum mengajukan permintaan air bersih, lantaran ketersediaan tangki di masing-masing kecamatan masih ada.
“Jadi akan menggunakan dananya sendiri dari kecamatan tersebut,” terangnya.
Diperkirakan puncak musim kemarau pada bulan Agustus 2019, namun demikian BPDB Kabupaten Gunungkidul sudah menganggarkan untuk droping air bersih sampai bulan Oktober 2019.
“Total keseluruhan 7700 tangki air bersih, baik di kecamatan maupun di kabupaten dalam hal ini BPBD Gunungkidul,” pungkasnya. (Jk)
YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…
GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…
SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY tewas…