BERBICARA dengan benda langit yang turun ke bumi berupa teknologi komunikasi manusia banyak berlaku tidak adil.
Manusia terlena. Mereka mengabaikan manusia lain yang menyapa dan meminta pertolongan.
Seperti pada suatu hari, wanita buta datang kepada Rasulullah minta diberi ilmu.
Astaga, Rasullullah bermuka masam dan berpaling. Lebih merasa penting berbicara dengan pembesar Kaum Musyrik.
Kini, sejarah itu berulang. Teknologi handphone mengubah segalanya. Orang besar seperti manusia berwajah dewa.
Wong cilik, wanita-wanita buta menjerit minta petuah sekuat lolong serigala banyak tidak didengar.
Mereka mengadu. Mau mengadu ke siapa, cahaya dalam dada meredup.
Beri mereka, wanita buta segelas air putih agar kerongkongan ilmu membasah.
Agar tidak bunuh diri di tengah ladang perburuan.
Agar menyempurnakan hidup dengan kalimat laa ilaaha illallaah.
(Bambang Wahyu)
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…
GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…