BERBICARA dengan benda langit yang turun ke bumi berupa teknologi komunikasi manusia banyak berlaku tidak adil.
Manusia terlena. Mereka mengabaikan manusia lain yang menyapa dan meminta pertolongan.
Seperti pada suatu hari, wanita buta datang kepada Rasulullah minta diberi ilmu.
Astaga, Rasullullah bermuka masam dan berpaling. Lebih merasa penting berbicara dengan pembesar Kaum Musyrik.
Kini, sejarah itu berulang. Teknologi handphone mengubah segalanya. Orang besar seperti manusia berwajah dewa.
Wong cilik, wanita-wanita buta menjerit minta petuah sekuat lolong serigala banyak tidak didengar.
Mereka mengadu. Mau mengadu ke siapa, cahaya dalam dada meredup.
Beri mereka, wanita buta segelas air putih agar kerongkongan ilmu membasah.
Agar tidak bunuh diri di tengah ladang perburuan.
Agar menyempurnakan hidup dengan kalimat laa ilaaha illallaah.
(Bambang Wahyu)
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…