OPINI

PELANTIKAN TANPA WAKIL BUPATI: ISYARAT RETAKNYA KEPEMIMPINAN DI GUNUNGKIDUL?

Oleh : Aris Suryanto, S.Si.T.,M.Kes

PELANTIKAN pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, pada 2 Januari 2026 yang dilaksanakan tanpa kehadiran wakil bupati karena secara nyata tidak diundang, adalah peristiwa politik yang terlalu serius untuk direduksi sebagai urusan protokoler. Ini bukan sekadar soal kursi kosong dalam acara seremonial, melainkan cermin telanjang dari rusaknya relasi kepemimpinan di tingkat tertinggi pemerintahan daerah.

Dalam praktik pemerintahan yang sehat, pelantikan pejabat adalah simbol konsolidasi kekuasaan dan kesatuan arah kepemimpinan. Ketika wakil bupati yang dipilih rakyat bersama bupati dalam satu paket secara sadar disingkirkan dari agenda strategis tersebut, maka publik berhak menyimpulkan satu hal, “Kepemimpinan Gunungkidul sedang tidak baik-baik saja”.

Tidak diundangnya wakil bupati, tidak bisa dibaca sebagai kelalaian administratif. Ini adalah pesan politik yang sengaja dikirimkan, bahwa kekuasaan dijalankan secara sepihak, eksklusif, dan tanpa kebutuhan akan kolegialitas. Dalam bahasa politik, ini adalah demonstrasi dominasi, bukan kepemimpinan.

Secara hukum, memang tidak ada kewajiban eksplisit bagi bupati untuk mengundang wakil bupati. Namun pemerintahan yang hanya berpijak pada legalitas sempit, sambil mengabaikan etika dan kepatutan, adalah ciri kepemimpinan miskin kenegarawanan. Kekuasaan yang dewasa tidak pernah merasa terancam oleh kehadiran wakilnya sendiri.

Dalam sistem pemerintahan daerah, bupati dan wakil bupati merupakan satu kesatuan kepemimpinan yang dipilih langsung oleh rakyat dalam satu paket politik. Keduanya bukan dua entitas terpisah, melainkan mitra strategis yang secara moral dan politik bertanggung jawab bersama atas jalannya pemerintahan. Karena itu, absennya wakil bupati dalam agenda penting seperti pelantikan pejabat terlebih karena tidak diundang menimbulkan pertanyaan publik yang wajar, “ada apa di internal kepemimpinan daerah?”.

Birokrasi adalah organisasi yang sangat sensitif terhadap sinyal kekuasaan. Ketika pelantikan dilakukan tanpa wakil bupati, aparatur sipil negara akan menangkap pesan yang jelas, “ada konflik di puncak kekuasaan, dan mereka harus berhitung dengan siapa harus loyal”.

Ketika konflik kepemimpinan tidak dijelaskan secara terbuka, tetapi justru ditampilkan melalui tindakan simbolik seperti ini, publik berhak mencurigai adanya masalah yang lebih dalam, “Perbedaan kepentingan, perebutan pengaruh, atau bahkan konflik kebijakan yang tidak ingin dikonsumsi publik secara jujur”. Diamnya elite bukan tanda kedewasaan, melainkan sering kali bentuk penghindaran tanggung jawab politik.

Jika memang terdapat perbedaan visi, konflik kepentingan, atau persoalan komunikasi antara bupati dan wakil bupati, maka penyelesaiannya seharusnya dilakukan secara dewasa, institusional, dan tertutup, bukan justru dipertontonkan melalui tindakan-tindakan simbolik yang mudah dibaca publik.

Pelantikan pejabat tanpa kehadiran wakil bupati bukan peristiwa sepele. Ia adalah alarm politik dan administratif yang patut menjadi perhatian serius DPRD, tokoh masyarakat, dan publik Gunungkidul. Kepemimpinan daerah yang solid bukan hanya soal kewenangan, tetapi juga soal etika, kebijaksanaan, dan penghormatan terhadap mandat rakyat. Gunungkidul membutuhkan stabilitas kepemimpinan, bukan konflik yang dibiarkan tumbuh dalam diam.

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaDcLx896H4QJGQ1ZS0v
infogunungkidul

Recent Posts

Bukaan Cupu Kyai Panjala Malam Selasa Kliwon, Salah Satu Ritual Sakral di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - JUM'AT LEGI, Ritual adat pembukaan Cupu Kyai Panjala di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar,…

13 jam ago

Polda DIY Gelar Sertijab Dirreskrimum, Kabidkeu, Kapolresta Sleman dan Kapolres Gunungkidul

YOGYAKARTA - SABTU KLIWON, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar serah terima jabatan Direktur Reserse Kriminal…

6 hari ago

Pucuk Pimpinan Polda DIY Resmi Berganti

YOGYAKARTA - JUM'AT WAGE, PUCUK pimpinan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi berganti, setelah Kapolri…

1 minggu ago

Seorang Karyawan Diduga Gelapkan Sejumlah Barang, Toko Grosir Batik di Jalan Wonosari Rugi Puluhan Juta

BANTUL - KAMIS WAGE, POLISI mengungkap kasus dugaan penggelapan sejumlah barang milik sebuah toko grosir…

1 minggu ago

Keselamatan & Perlindungan Jurnalis akan jadi Pembahasan Utama Silatnas Pendiri IWO

PENDIRI Ikatan Wartawan Online (IWO) akan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) perdana pada tahun 2026. Dalam…

2 minggu ago

Pilur Serentak Gunungkidul 26, Berikut Daftar Lengkap 31 Lurah Terpilih

GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI, Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Gunungkidul telah terlaksana, Sabtu (26/09/26).…

3 minggu ago