GUNUNGKIDUL- MINGGU LEGI |Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto, S.E.,DBA.,M.M., tidak tampak di beberapa momentum penting. Terkait hal tersebut, public menduga hubungan politik antara wakil dan Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E, M.P., sedang tidak baik-baik saja.
Terkonfirmasi, dua agenda penting Pemkab Gunungkidul, masing-masing di Pantai Sepanjang pada penghujung Tahun 2025, serta pelantikan Pejabat Pimpinan Pratama dan Administrator di awal Tahun 2026, tidak mengundang wakil bupati.
Menanggapi hal itu, Ketua DPC Partai Gerindra Gunungkidul, Purwanto ST mengingatkan, perbedaan sudut pandang berpolitik adalah hal yang biasa dan wajar, sehingga hal tersebut, demikian kata Purwanto, seharusnya tidak menganggu hubungan pertemanan, terlebih sebagai mitra kerja.
Sebagai pemimpin yang dipilih oleh rakyat, Purwanto berujar, wajib dan harus menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi atau golongan.
“Perbedaan sudut pandang berpolitik itu hal yang biasa dan wajar, jangan mengganggu pertemanan, persaudaraan, lebih dalam mitra berkerja, kita berpolitik itu tujuan yang sama membangun Gunungkidul, dan menyejahterakan rakyat,” ungkap Purwanto, Sabtu (03/01/26).
Terpisah, salah satu tokoh penting partai pengusung yang engan disebut namanya, merasa prihatin melihat hubungan keduanya makin merenggang. Pihaknya menyayangkan tidak diundangnya wakil bupati di acara pelantikan, namun melalui sosmed, bupati justeru mengeluh tidak punya wakil.
Dengan tidak diundangnya wakil bupati di acara pelantikan pejabat, public membaca, keluhan Bupati Gunungkidul di sosmed bupati tersebut menjadi bias.
“Seputar pelantikan tidak diundang, medsos Bupati yang mengeluh tidak punya wabup, ini sangat tidak baik untuk keduanya di mata masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Gunungkidul, Iskandar, S.IP., MPA, tidak menjelaskan secara detail terkait undangan wakil bupati pada acara pelantikan pejabat, Jumat Wage (02/01/26) lalu.
Kepada awak media, Iskandar mengatakan, beberapa pihak diundang dalam acara pelantikan tersebut, namun demikian, Iskandar tidak menjelaskan, terkait alasan tidak diundangnya wakil bupati.
“Pejabat yang diundang saat pelantikan adalah Forkopimda, perangkat daerah dan Kepala BUMD,” jelas Iskandar tanpa menyebutkan undangan untuk wakil bupati.
Sebelumnya, melalui opini yang berjudul “Pelantikan Tanpa Wakil Bupati: Isyarat Retaknya Kepemimpinan di Gunungkidul?” Aris Suryanto, S.Si.T.,M.Kes., menyoroti rusaknya relasi kepemimpinan di tingkat tertinggi pemerintahan daerah.
“Ketika wakil bupati yang dipilih rakyat bersama bupati dalam satu paket secara sadar disingkirkan dari agenda strategis, maka publik berhak menyimpulkan satu hal, kepemimpinan Gunungkidul sedang tidak baik-baik saja,” tulis Aris.
Penulis: Agus SW
Editor: HRD
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…
GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, SEJUMLAH wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini diperkirakan…
View Comments
Wes wayahe...