PERISTIWA

Darurat Gandir, Dalam Sehari Dua Gantung Diri Terjadi di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL – JUMAT KLIWON, Dua warga di Kabupaten Gunungkidul dilaporkan meninggal dunia akibat gantung diri di lokasi berbeda, Jumat (17/7/2026) pagi. Kasus pertama terjadi di wilayah Kapanewon Nglipar, sementara peristiwa serupa juga terjadi di Kapanewon Tanjungsari.

Fenomena ini menambah panjang daftar kasus bunuh diri, hingga hari ini Rescue BPBD Kabupaten Gunungkidul mencatat 26 kasus gantung diri terjadi di Kabupaten Gunungkidul terhitung sejak Januari 2026.

S Lansia Petani di Nglipar Tergantung di Dapur

S (60), seorang petani perempuan warga Dusun Glompong, Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri oleh Tumiyem (45) tetangga korban sekira pukul 09.30 WIB, saat hendak mengajak makan bersama.

Kapolsek Nglipar, AKP Aris Sugiyanto, mengonfirmasi bahwa dari hasil pemeriksaan medis Puskesmas Nglipar I yang dipimpin dr. Anita F, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Peristiwa tersebut dipastikan murni bunuh diri yang diduga dipicu oleh tekanan psikologis akibat riwayat penyakit serta beban persoalan ekonomi keluarga.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, kejadian tersebut murni gantung diri,” terang Aris.

S Petani Laki – Laki di Tanjungsari Ditemukan Gantung Diri di Gubuk

Selang beberapa jam kasus serupa kembali terjadi di wilayah Selatan Kabupaten Gunungkidul. S seorang petani laki-laki berusia 65 tahun ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam sebuah gubuk di kawasan Alas Pak Bendo, Padukuhan Nglaos, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Jumat (17/7/2026) pagi.

Petugas Polsek Tanjungsari bersama tim medis setempat langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan evakuasi serta pemeriksaan fisik luar pada tubuh korban.

Sama halnya kasus di Nglipar, pihak berwajib tidak menemukan adanya indikasi penganiayaan ataupun tindak pidana lain.

Angka Kasus Terus Meningkat

Dua kejadian beruntun dalam sehari ini menambah deretan panjang angka kasus bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul.

Menanggapi tingginya angka kasus gantung diri, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya memperkuat layanan kesehatan jiwa. Kepada awak media ia mengusulkan penambahan formasi psikolog klinis di setiap puskesmas.

Meski demikian, kedua pihak keluarga korban gandir di masing-masing kapanewon telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dengan ikhlas dan langsung mengurus jenazah untuk proses pemakaman.

Penulis: Dedi_JKNG
Editor: HRD

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan bunuh diri. Jika mengalami tanda-tanda depresi dengan kecenderungan pemikiran untuk mengakhiri hidup, sebaiknya segera melakukan konsultasi ke psikolog, psikiater, atau pihak-pihak terkait.

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/00

infogunungkidul

Recent Posts

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

6 hari ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

6 hari ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

1 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

2 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

3 minggu ago

Bantul Diguncang Gempa Magnitudo 3,6

BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…

3 minggu ago