WONOSARI – SENIN KLIWON | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul, terus menghitung jumlah maksimal dana kampanye yang diperkenankan untuk masing-masing bakal calon bupati dan wakil bupati dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.
Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, bahwa masing-masing bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Gunungkidul wajib memiliki rekening dana kampanye.
Hal tersebut bertujuan mengakomodir seluruh keuangan yang diperlukan untuk kampanye. Dengan rekening dana kampanye tersebut maka akan diketahui secara pasti arus keluar masuk dana kampanye.
“Kita sudah memberikan bimbingan Teknis Aplikasi Pelaporan Dana Kampanye dan Kesepakatan Pengadaan Alat Peraga Kampanye dalam Pilkada tahun 2020 Kabupaten Gunungkidul,” ujarnya, Senin (21/09/2020).
Dana kampanye ini, dimeminta Hani, agar tiap bapaslon segera membuka rekening. Hal tersebut telah sesuai dengan peraturan KPU berkaitan dengan teknis pelaporan dana kampanye yang digunakan selama masa kampanye oleh masing-masing Bapaslon.
Pihaknya juga telah menetapkan bahan dan persentasi kampanye serta alat praga kampanye.
Karena jumlahnya sangat besar, diungkapkan Hani, KPU membutuh proses lelang dan percetakan. Kedua proses tersebut tentu akan memakan waktu yang tidak sebentar.
“Harapan kami tidak terlalu lama untuk masa kampanye berjalan,” ucapnya.
Kepada semua Bapaslon, KPU berharap, untuk menyiapkan desain Baliho dan persiapan Alat Peraga Kampanye (APK). Pihaknya menunggu untuk penyerahan desain APK hingga tanggal 24 September 2020.
Selain itu, KPU pun juga meminta kepada Bapaslon untuk menyiapkan akun resmi media sosial dan disampaikan secara resmi ke KPU apa saja Medsos yang akan dipakai.
Sementara untuk desain spanduk kampanye dari masing-masing tim Bapaslon untuk segera menyerahkan ke KPU agar dapat segera dicek serta dicetak.
“Kita sudah ada kesepakatan Pengadaan Alat Peraga Kampanye ( APK ) dengan Bapaslon,” terangnya.
Alat Peraga Kampanye tersebut, lebih jauh diungkapkan Hani, di antaranya Baliho akan dicetak masing-masing 5 buah tiap Paslon ukuran 3 meter x 5 meter. Spanduk sebanyak 2 x 144 Desa tiap Paslon ukuran 1 m x 6 m, Videotron: 1 x 71 hari tiap Paslon dimana Penayangannya akan dilakukan di Videotron RSUD Wonosari.
“Bahan Kampanye di antaranya adalah Poster sebanyak 21.000 tiap Paslon ukuran 40cm x 60cm. Pamflet sebanyak 35.000 tiap Paslon ukuran 21cm x 29,7cm. Brosur sebanyak 14.000 tiap Paslon ukuran 21cm x 29,7cm A4/terlipat 21cm x 9,9cm. Dan Selebaran sebanyak 180.000 tiap Paslon ukuran 9,9cm x 21cm,” pungkasnya. (Hery)
YOGYAKARTA – SELASA WAGE, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta melarang seluruh personelnya menggunakan rokok Elektrik atau…
BANTUL - SENIN PON, KECELAKAAN tunggal yang melibatkan sebuah truk Hino bernomor polisi H-8168-OH terjadi…
SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…