OPINI

CARA LAIN MENGHENTIKAN GANTUNG DIRI VERSI GUSTI ANING

WONOSARI-SABTU KLIWON | Raden Mas Hertriasning Kerabat Kraton Yogyakarta memiliki cara pandang tersendiri dalam hal memaknai pulung gantung, termasuk cara menghentikan kecenderungan bunuh diri.

Menurutnya pulung merupakan kanugrahan sementara untuk kata gantung menurut Gusti Aning adalah mengambang alias melayang di awang-awang. Pulung Gantung berikutnya dimaknai sebagai karunia yang belum turun ke bumi.

Dalam pengertian positif karunia yang melayang di udara merupakan kabar gembira kemudian tetapi pada sisi negatif menjadi berita yang menakutkan karena kanugrahan berubah menjadi mitos.

Rasa takut terhadap sesuatu pada dasarnya karena manusia merasa bersalah. Rasa tersebut menurut Cicit Hamengku Buwono ke 7 ini perlu dihilangkan dengan cara katarsis atau pensucian hati. Klimaknya ada pada suasana batin Gusti manunggaling kawulo.

“Tujuannya supaya karunia yang melayang itu merasuk ke dalam kalbu,” tegasnya pada kesempatan ngobrol dengan wartawan di Wonosari Jum’at 19-3-2021.

Gusti Aning sependapat dengan Gus Miftah bahwa menghadirkan Tuhan ke dalam hati atau Gusti Manunggaling Kawulo syaratnya satu bahwa sanubari tidak dipenuhi oleh keduniaan. Tidak dikosongkan tetapi diseimbangkan, kata dia.

Menghadirkan Tuhan ke dalam hati manusia berdasarkan terminologi Jawa disebut ruwatan. Yang diruwat bukan alam sekitar melainkan alam batin setiap manusia karena alam semesta itu selalu bersih, yang kotor adalah setiap alam batin manusia.

Meruwat hati dalam arti mengisi kebutuhan nutrisi batiniah sebenarnya telah banyak dikerjakan oleh para ulama dan guru mengaji. Sayangnya topik gantung diri itu tidak pernah menjadi pokok bahasan dalam pengajian.

Sepanjang setiap warga tidak mau meruwat hatinya sendiri-sendiri, korban gantung diri akan terus berjatuhan.

Alasannya sederhana, manusia dengan hati yang tidak bersih akan gampang kehilangan rasa rindu terhadap kebersamaan.

Dan ketika individualitas meningkat kemudian ‘gotong royong batiniah’ cenderung semu maka akan mengakibatkan sebagian orang terkucil. Orang-Orang terkucil inilah yang kemudian berpotensi melakukan gantung diri. Mereka tidak perlu diawasi seperti pesan para pejabat Satgas Berani Hidup tetapi perlu dikasihani, atau ditolong penderitaan batinnya. (Bambang Wahyu Widayadi)

infogunungkidul

Recent Posts

Cuaca Yogya Hari Ini, Hujan Disertai Petir

YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, SEJUMLAH wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini diperkirakan…

2 hari ago

Pensiunan PNS Dinas Kesehatan, Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah

WONOSARI - KAMIS KLIWON | BDM (58) seorang lelaki pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas…

1 minggu ago

Pulang Sekolah, Bocah SD Tewas Mengenaskan Setelah Tersambar Muatan Mobil Pick Up

GUNUNGKIDUL – KAMIS KLIWON | Kecelakaan tragis menimpa seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Jalan…

1 minggu ago

Ribuan SPPG Dilarang Beroperasi Sementara Waktu

GUNUNGKIDUL - KAMIS KLIWON Setidaknya 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang beroperasi untuk sementara…

1 minggu ago

Polisi Terbitkan DPO Pelaku Pengeroyokan Pelajar 16 Tahun

YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…

1 minggu ago

Diduga Rem Blong, Sepasang Lansia Terjun ke Selokan Sedalam 3 Meter

GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…

2 minggu ago