WONOSARI, Jumat Wage – Kayu mati, jatuh ke tangan seniman bisa menjadi seperti hidup. Pelukis sekaligus pematung Andi Subagyo memoles kayu mati menjadi sebuah karya seni.
Tidak banyak yang menghampiri, meski pokok kayu setinggi 2 meter itu dipajang di depan pintu pameran di balai Desa Kepek 25/7/17 lalu.
Andi Subagyo (23) warga Jeruksari, Kepek, Wonosari ini mengaku tidak tahu jenis kayu yang dipoles menjad karya seni antik. Dia bilang, ambil di pekerangan rumah, dia garap, dan jadilah karya cheers.
“Pokok kayu saya beri tangkai, saya tambah tanah liat berbentuk cangkir, saya beri judul cheers (tepuk tangan: red),” kata Andi Subagyo 28/7/17.
Rupanya, karya Andi Subayo, lebih dekat dengan aliran surealisme. Dia tidak sebatas menampilkan subjek dalam suatu karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-hari tanpa tambahan embel-embel atau interpretasi tertentu.
Karya yang dia beri tajuk tepuk tangan mampu menyedot imajinasi penikmat seni. Apresiant bebas menafsirkan karya Andi, sesuai dengan kekayaan pengalaman jiwa.
Cheers, bisa pula diartikan sebagai pohon mati berdaun tanah. Mati tetapi hidup. Cheers tertaut dengan keabadian antara dunia fana dengan dunia belum pernah dialami manusia. Agung Sedayu
GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Hari Jadi Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan yang ke-93 menggelar bazar UMKM,…
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…