Categories: BUDAYA

Dari Angguk Hingga Gandrung Semarakkan Dhaksinarga Carnival 2017

WONOSARI, Sabtu Kliwon, – Gelaran Dhaksinarga Festival 2017 ditutup dengan Dhaksinarga Carnival yang menampilkan ribuan seniman lokal maupun luar kota. Tak kurang dari 3000 seniman unjuk kebolehan dengan berbagai atraksi seni tari kreasi menyusuri Jalan Agus Salim, Kranon dan finish di titik nol kilometer Wonosari, Sabtu (16/12).

Disepanjang jalan yang dipagar besi, seniman mempertontonkan kebolehannya dihadapan puluhan ribu penonton yang berjubel ditepi. Dhaksinarga Carnival 2017 semakin meriah dengan tampilnya Marching Band terbaik Kota Yogyakarta, Tari Angguk Kulonprogo, Tari Gandrung Banyuwangi, Tari Bali dari Sanggar Saraswati Purantara hingga Reog Ponorogo.

Kepala Dinas Kebudayaan Drs Agus Kamtono, dihadapan Bupati Gunungkidul, Hj Badingah, S.Sos, melaporkan bahwa Festival Dhaksinarga 2017 meliputi Festival Musik Ethnik, Jazz hingga Campursari di Lapangan Gading, Kecamatan Playen pada 8-10 Desember 2017.

“Puncaknya hari ini kita gelar Dhaksinarga Carnival kita tampilkan sebagai media hiburan bagi masyarakat Gunungkidul pasca bencana Siklon Tropis Cempaka pada akhir November yang lalu,” kata Agus.

Dengan terselenggaranya Dhaksinarga Carnival ini, Dinas Kebudayaan berharap agar masyarakat Gunungkidul gumregah dan bangkit pasca bencana. Disisi lain, event budaya harus bisa menjadi aset penunjang bagi pengembangan pariwisata.

“Dinas Kebudayaan meyakini, dengan memberikan wadah kegiatan semacam ini, kreatifitas para seniman akan kian berkembang sehingga pada akhirnya dapat membuahkan tontonan bagus yang menarik perhatian wisatawan untuk datang. Dan rencananya, obyek wisata akan kita sasar dalam menampilkan pertunjukan kebudayaan,” paparnya.

Sementara itu Hj Badingah S.Sos berharap ke depan para seniman di wilayah Kabupaten Gunungkidul agar terus berkarya dan tetap menjaga kebudayaan lokal yang telah ada sehingga akan tetap lestari.

“Banyak kesenian yang bisa menjadi penopang kemajuan sektor pariwisata. Kita juga memiliki Tari Tayub, jathilan, reog dan lain-lain. Itu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan datang berkunjung,” jelas Badingah.

Dalam gelaran Dhaksinarga Carnival sore tadi, setidaknya ada 23 kelompok seni yang terdiri dari duta 18 kecamatan ditambah utusan dari Banyuwangi, Ponorogo, Yogyakarta dan Kulonprogo. Bagi utusan seni dari kabupaten lain, Bupati Gunungkidul menyampaikan cenderamata berupa Batik Amarilis dari Patuk. Red

infogunungkidul

Recent Posts

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

4 jam ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

1 hari ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

3 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

4 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

4 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

6 hari ago