GEDANGSARI, SELASA KLIWON – Suharjo, tokoh PAN Kecamatan Gedangsari, icumbent DPRD Gunungkidul yang ingin bertarung ulang menyatakan, Pileg 17 April 2019 ibarat balap motor bukan merupakan trek lurus. Kompetisi 2019 merupakan kelokan tajam yang mengungtungkan PAN untuk menyalip PDIP.
“Pada Dapil II Gunungkidul, PAN ingin merebut 3 kursi,” kata Suharjo (24/07).
Untuk Dapil II, Suharjo melihat kompetitor terkuat adalah PDIP. Pileg 2014, partai Banteng Moncong Putih nyaris membabat 3 kursi. Fakta menunjukkan PDIP dengan PAN sama-sama meraih dua kursi.
Kala 2014, PDIP meraih suara 22.744, sementara PAN membuntuti di angka 15.264.
PDIP memasang tokoh potensial Sukardi, mantan Kades, Marsubroto incumbent, serta Wahyu Pradana Ade Putra pendatang baru.
“Sementara PAN pada Pileg 2014 saya dan Edi Susilo mantan Kades Kedungpoh,” imbuh Suharjo.
Kondisi Pileg 17 April 2019, menurutnya berbalik. PDIP sementara dianggap melemah karena kehilangan Wahyu Pradana Ade Putra. Dia maju ke DPRD DIY.
“Ini kesempatan. PAN memperoleh infus segar. Aripin, mantan Kades Nglegi bergabung. Menggungguli PDIP untuk itu kemungkinan besar terjadi,” tadasnya.
Semua itu, papar Suharjo, harus diikuti dengan kerja keras. Tanpanya, mustahil terjadi. (Agung/ig)
NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…