DAERAH

Dianggap Manjakan PNS Pemdes Putat Dikritik

PATUK – Minggu Kliwon | Kebijakan pembangunan yang diputuskan Pemerintah Desa, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, sebagian dianggap tidak tepat sasaran. Pemdes Putat dikritisi karena dianggap terlalu memanjakan warga kategori PNS.

Budi Susanto, tokoh asal Padukuhan Putat Wetan, mengkritisi paket pembangunan perkerasan jalan lingkungan pada kesempatan diskusi internal.

Budi Susanto yang sekaligus anggota LPMP setempat menyayangkan, bahwa rabat jalan menuju ke arah rumah perseorangan rawan menimbulkan kecemburuan sosial.

“Warga menerima penjelasan perangkat desa yang membidangi pembangunan, Padukuhan Putat Wetan memperoleh dana rabat jalan senilai Rp 19 juta,” ujar Budi Susanto, (30/11/19).

Video Viral:

Dana tersebut menurut pemahaman Budi Susanto, dipergunakan untuk memperkeras jalan lingkungan, lebar 4 m panjang 70 m.

Menurutnya, rabat jalan itu diletakkan di posisi yang tidak tepat, karena mengarah  ke rumah warga kategori cukup mampu.

“Rabat tersebut menuju rumah 3 KK yang kesemuanya adalah pegawai negeri sipil,” tandas Budi Susanto.

Mewakili sebagian besar KK Padukuhan Putat Wetan dia menilai, keputusan yang diambil Kepala Desa bersama BPD tidak sesuai dengan visi  misi Pemerintah Pusat.

“Mosok Pemdes memberdayakan PNS, sementara warga kurang mampu malah terabaikan,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sukardi Kepala Desa Putat menyatakan, sebelum diputuskan tempat yang harus dirabat, berkali-kali ditanyakan kepada Dukuh setempat.

“Saya bertanya ke Pak Dukuh Putat Wetan mengenai kemungkinan pertanyaan warga. Dia bilang warga setuju, ya program pun berjalan,” papar Sukardi.

Menyimak pro kontra rabat jalan, warga yang enggan disebut namanya menyatakan agak sarkasmik.

“Nama jalan itu perlu dikukuhkan menjadi Jalan PNS,” ungkapnya ketus. (Bambang Wahyu Widayadi)

infogunungkidul

View Comments

  • semoga menjadi perhatian dan pembelajaran pd yang terkait dengan pelaksana program pemerintah, yang selama ini banyak hal terkesan melupakan dasar ideologi negara Indonesia. Mungkin karena terlalu banyak hal yng mempengaruhi sehingga tidak disadari dalam proses pelaksanaan pembangunan tersebut lepas dari azas nilai nilai budi pekerti yang luhur, kegotong royongan, mendahulukan kepentingan orang banyak , yang akhirnya malah berdampak sebaliknya,,,tidak bisa mencapi pembangunan yang adil dan merata, otomatis harapan mempersatukan bangsa ini, menjadi semakin jauh terwujudnya.

  • Kalo masih ada jalan yg lebih parah ya di prioritaskan
    Biar gak jadi kesenjangan ?

  • Kalo masih ada jalan yg lebih parah ya di prioritaskan
    Biar gak jadi kesenjangan ?

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

5 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

3 minggu ago