Sementara tata kelola atau penanganan anthrax pada hewan disisir mulai dari Ngrejek Wetan hingga Semanu Barat.
Bersama Bupati Gunungkidul, Dirjen P2P Kementerian Kesehahan RI melakukan analisa dampak bahwa bakteri anthrax yang berbentuk spora bisa bertahan hidup puluhan tahun di dalam tanah.
“Cara penularan anthrax bisa melalui rumput atau hijauan pakan ternak,” simpul kedua pejabat tersebut.
Hal yang perlu dilakukan, vaksinasi hewan tidak hanya secara sampling (acak) tetapi harus secara total.
Tidak kalah penting, lanjut Dirjen P2P Kemenkes RI, perilaku hidup bersih, pola pemberian pakan, serta pengobatan rutin terhadap hewan harus diperhatikan. (Wnb)
Page: 1 2
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…
GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…
GUNUNGKIDUL – SELASA PON, Seorang laki-laki berinisial S (64), warga Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, ditemukan…
PALIYAN - MINGGU PAHING, Pengemudi Toyota Inova diduga mengantuk mengakibatkan kecelakaan beruntun di Jalan Paliyan-Saptosari,…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIT Studi Hukum Perdata (USHP) Fakultas Hukum Universitas Janabadra resmi meluncurkan…
GUNUNGKIDUL – SABTU LEGI, Menyongsong libur nasional dan perayaan Paskah 2026, Kepolisian Resor (Polres) Gunungkidul…