PERISTIWA

DPRD Kabupaten Gunungkidul Mendatangi Lokasi Runtuhnya Atap Bangunan SD Muhammadiyah

PLAYEN-KAMIS KLIWON | Runtuhnya atap gedung Sekolah Dasar  (SD) Muhammadiyah Bogor, Kalurahan Playen, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul menjadi keprihatinan semua pihak, salah satunya Komisi C, DPRD Kabupaten Gunungkidul dan Dinas Pendidikan.

Didampingi beberapa pegawai Dinas Pendidikan, Komisi C, DPRD Kabupaten Gunungkidul mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), Kamis (10/11/2022) pukul 10.00 WIB.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Bogor, Playen, Gunungkidul, Indah Haryani, S.Pd  tidak pernah menyangka gedung sekolah yang dibangun tahun 2021 dengan menghabiskan anggaran kurang lebih 1,2 miliar non APBD maupun APBN ini runtuh atapnya dan menelan korban jiwa.

Proses pembangunan gedung, Indah berujar, dilaksanakan oleh rekanan dari Jogja. Selain itu, dalam pelaksanaannya telah dibentuk tim khusus yang mengurusi proses pembangunan dengan melibatkan semua unsur baik guru, komite, dan yayasan.

Meskipun demikian, Indah menyebut bahwa, sebagai Kepala Sekolah tidak tahunmenahu secara detail terkait spek, konstruksi, dan lainnya yang menyangkut pekerjaan teknis.

“Rekanan Jogja tetapi lupa CV apa. Kalau dibilang ngecek saya tahu, sata lihat tetapi hanya sebatas tahu, lihat selesai. Untuk pemilihan warna itu memang saya  yang kelihatan estetika, untuk spek-spek yang lain saya ga tahu,” ungkap Indah Haryani.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C, DPRD Kabupaten Gunungkidul, Dimas Kursiswanto, A.Md menjelaskan, kedatangannya bersama anggota ikut menyampaikan rasa bela sungkawa atas peristiwa runtuhnya atap gedung sekolah yang roboh.

“Pada prinsipnya inikan bangunan yang dibangun oleh komite, swadaya masyarakat dan dari orang tua wali murid. Kami, (Komisi C) berharap agar ini nanti diusut sesuai dengan ketentuan aturan yang ada karena apapun bentuknya ini ada korbannya,” ungkap Dimas.

Disinggung itu, terkait pengawasan DPRD khususnya Komisi C pada gedung-gedung sekolah lain, Dimas mengatakan, terutama untuk bagunan yang dibiayai APBD, DAK maupun APBN secara kualitas harus dijaga dengan baik.

“Pengawasan secara konsultan maupun pengawasan dari  penyelenggara kegiatan benar-benar terpantau. Konsep perencanaan juga sangat penting,” tegas Dimas.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi C Partai Demokrat, Supriyani Astuti, S.Sos menyampaikan, sebagai wakil rakyat Dapil 1 khususnya Kapanewon Playen, Supriyani turut menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam atas insiden tersebut.

Supriyani bahkan sempat meneteskan air mata ketika kepala sekolah menceritakan kronologi kejadian hingga mengakibatkan satu siswa SD Muhammadiyah Bogor, Playen meninggal dan menjadi pahlawan untuk menyelamatkan nyawa teman-temannya.

(Agus SW)

infogunungkidul

Recent Posts

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

8 jam ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

1 hari ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

3 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

4 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

4 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

6 hari ago