Categories: OPINI

GEMPA POLITIK MEMISAHKAN, GEMPA BUMI MENYATUKAN

WONOSARI, SABTU LEGI – Perilaku elit politik Jakarta, membuat banyak orang jengkel dan muak. Perangai mereka absurd (susah dimengerti). Sesama bangsa terus saja berolok-olok. Rakyat adem ayem, elit politik centang perenang. Tahun 2018-2019 sepertinya sedang terjadi gempa politik.

Hampir setiap hari, melalui layar kaca, para elit politik mempertontonkan adegan yang sangat lucu. Mereka terus perang mulut. Mereka saling tuding, satu sama lain, membuka kebobrokan negara yang laiknya harus dibenahi bersama.

Golongan yang sedang berada di luar kekuasaan terus membombardir, bahwa ekonomi menunjukan kemerosotan. Sementara golongan yang sedang berkuasa terus berkelit, menunjuk banyak sukses yang telah diraih.

Dua golongan ini tidak satu pun mau mengalah, kemudian rakyat jelata dijadikan tameng. Mereka sama-sama kudhung lulang macan (mengatasnamakan rakyat), ingin mengganti kekuasaan dan ingin terus berkuasa.

Keduanya menjadi pongah, meski gembongnya telah berangkulan, arus bawah malah mengobarkan istilah kecebong dan kampret.

Padahal manusia itu bukan kecebong, juga bukan kampret. “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,” (Al-Tin, Ayat 4).

Kemudian, demikian firman Allah SWT berikutnya, Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-renfahnya. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka akan mendapatkan pahala yang tidak ada putus-putusnya.

Dalam konteks politik 2018-2019 manusia Indonesia saling merendahkan diri menjadi kecebong dan kampret. Aastagfirullah, betapa keblingernya mereka. Gempa politik benar-benar membelah bangsa. Pertanyaannya, kapan mereka bersatu hati ?

Peringatan cukup keras terjadi di Pulau Lombok dan yang lain. Simak, betapa para relawan bahu-membahu meringankan beban warga. Tidak satu pun dari mulut mereka keluar umpatan, caci-maki, marah-marah, menyalahkan satu sama lain.

Dalam benak warga Lombok hanya ada satu pertanyaan, “Apa yang terjadi pada bumi ini?” seperti yang tertulis pada Al-Quran Surat Az-Zalzalah Ayat 3.

Sangat keterlaluan kalau peringatan Allah SWT hanya dianggap setara dengan himbauan para politisi yang biasa suka berbasa-basi. Salam untuk semua penduduk bumi. Bambang Wahyu Widayadi

infogunungkidul

Recent Posts

Kliwon Ditemukan Selamat di Hutan Sanglor

GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI , SEORANG Lansia berhasil ditemukan tim SAR Gabungan dengan selamat setelah…

1 jam ago

Seorang Pria ODGJ Ditemukan Gantung Diri

GUNUNGKIDUL — RABU PON, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) warga Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Kabupaten…

3 hari ago

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

2 minggu ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

3 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

3 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

4 minggu ago