BUDAYA

Generasi Gunungkidul Masih Ada Yang Berpegang Budaya Pawukon

WONOSARI-SELASA PON | Kalangan masyarakat Jawa, istilah Wuku telah lama dilupakan. Perwukuan dianggap selain takhayul juga tradisional dan kolot. Eloknya, generasi yang lahir tahun 70-an masih sempat belajar soal Pawukon.

Seorang priya paruh baya mengaku bernama Sekutrem (bukan nama sesuai KTP) yang lahir tanggal 9 November tahun 1970 datang ke Padepokan Ki Ageng Sore ( ini juga nama samaran ) di Kaki Gunung Api Purba.

Sekutrem bertanya banyak hal, terutama soal Pawukon perbintangan dan yang lain. Tahun 2022 Sekutrem berumur 51 tahun.

“Ki Ageng, tanggal lahir saya dilihat dari sisi Pawukon gambarannya seperti apa,” tanya Sekutrem yang tetap menyembunyikan jati dirinya karena di zaman moderen masih percaya soal Wuku.

Sampean, jawab Ki Ageng Sore, lahir pada pengaruh wuku Medangkungan.

Karakter Wuku Medangkungan memiliki kecenderungan senang merantau, sayang pada apa yang menjadi miliknya. Ia juga pandai berbicara dan gemar memberikan ajaran. Tetapi Kadangkala suka lupa diri dan suka pamer. Juga mudah diperdaya oleh orang lain.

Berkaitan dengan zodiak bagaimana Ki Ageng, demikian Sekutrem mengejar ke hal yang lebih populer.

“Umumnya, Scorpio dikenal sebagai sosok yang tekun, ambisius, dan pekerja keras. Sangat dermawan, rendah hati, dan suka membela kaum yang lemah. Karakter dan sifat zodiak Scorpio memiliki insting kuat serta selalu berpegang teguh pada peraturan yang diyakini,” tutur Ki Ageng Sore, di Padepokan Kaki Gunung Api Purba 1-2-2022.

Jika dilihat dari Shio Anjing, lanjut Ki Ageng Sore, Anda adalah sosok yang setia. Shio Anjing adalah perlambang sosok yang mau belajar dan pintar. Selain itu, Shio Anjing juga merupakan sosok yang gemar menolong orang lain. Bahkan, orang yang berada di bawah pengaruh Shio Anjing akan lebih mementingkan orang lain ketimbang dirinya sendiri.

“Soal pekerjaan yang cocok, adalah menjadi pengrajin atau tukang kayu, desainer, seniman dan wirausahawan jualan sembako (sembilan bahan pokok). Tetapi tidak tertutup kemungkian di luar itu,” kata Ki Ageng Sore.

Disarankan, jika gemar menyimpan tosan aji alias keris, menurut Ki Ageng Sore yang cocok adalah jenis Sabuk Inten, Sabuk Tampar, Carang Soka dan Pandawa. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

1 hari ago

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

2 hari ago

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

1 minggu ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

1 minggu ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

1 minggu ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

1 minggu ago