EKONOMI

Harga Gabah Rp 4.500,00 Tidak Berpihak Pada Petani

GUNUNGKIDUL-SABTU PAHING | Kecermatan menghitung ongkos produksi tanaman padi dan hasil penjualan yang dilakukan petani kecil diapresiasi Rismiyadi, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul. Ketua KTNA menilai, harga gabah Rp 4.500,00, pemerintah kurang berpihak kepada petani.

Rismiyadi, SP. M.Si. menyatakan, Gandung Sukarman, petani pembudidaya padi tadah hujan seluas 1.200 m tergolong petani cerdik.

“Semoga tambah pintar dan sukses,” kata. Rismiyadi, di ruang kerjanya, 24-2-2023.

Dia tahu bahwa lahan garapan Gandung Sukarman relatif sempit. Rismiyadi bilang, ke depan Gandung ada rejeki buat nambah lahan garapan.

Kalau rata-rata petani Gunungkidul secermat Gandung, dimungkinkan ketersediaan beras daerah melimpah.

“Kami selalu menyarankan agar ada sistem tunda jual gabah, menunggu sampai harga membaik, supaya harga produk bernilai tambah,” tegasnya.

Yang dilakukan Gandung Sukarman merupakan langkah hilirisasi yang sering dianjurkan Presiden Joko Widodo. Artinya tidak menjual mentah berupa gabah, tetapi sudah diproses menjadi barang setengah jadi berupa beras.

“Betul, itu skala kecil kalau petani GunungkIdul kompak hasilnya akan luar biasa,” imbuh Kadinas Pertanian.

Ditemui terpisah, Ketua KTNA, Alip Supriyo menanggapi keputusan Badan Pangan Nasional (Bapanas), soal harga gabah di tingkat petani

“Matok harga Rp 4.500,00 itu terlalu rendah,” ucap Alip.

Dia menegaskan, Rp 5.000,00 untuk harga kering panen. Yang kering giling layaknya Rp 5.500,00.

“Misalnya harga di petani Rp 5.000,00 sampai Rp 6.000,00 sebenarnya sudah cukup membantu petani produsen”, kata Alip.

(Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

2 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

1 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

2 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

3 minggu ago