OPINI

INDONESIA BUTUH SOSOK PENGUASA YANG MEMILIKI EMPAT KARAKTER

WONOSARI, (Kamis Pahing)-Manusia, apa pun jabatannya, senantiasa dalam posisi merugi. Mereka bisa terbebas dari segala macam kerugian, manakala mau melakukan empat perkara. Manusia yang mampu mengimplementasikan 4 karakter sekaligus, dipastikan bakal menjadi penguasa/ pemimpin yang alim.

Abdullah Gymnastiar, ulama yang akrab dipanggil Aa Gym. Dalam satu kesempatan ceramah mengatakan, waktu yang diberikan Allah SWT kepada manusia, mulai dari presiden hingga rakyat jelata adalah sama. Sehari semalam jatah waktu untuk semua orang adalah 24 jam.

Berpijak dari pikiran Aa Gym, berdasarkan realita, manusia di seluruh dunia tidak ada yang bisa menyentuh puncak putaran waktu hingga angka 24.00.

Dalam materi yang berbeda, dai sejuta umat, Zainudin MZ almarhum pernah menyatakan, bahwa kehidupan manusia di dunia ini adalah perniagaan.

Menjadi Presiden, anggota DPR, Menteri, Gubernur, Bupati/ Walikota, PNS, Usahawan hingga petani dan tukang becak, seluruhnya dalam koridor berniaga.

Menyimak jam digital, perniagaan yang dilakukan manusia adalah dalam batas yang selalu merugi. Tidak satu pun manusia seantero jagat yang mampu menyentuh angka 24.00. Sampai titik 23.59, mendadak angka itu berubah 00.00. Jam digital tak pernah menunjuk angka 24.00.

Ini merupakan lambang, bahwa perniagaan harus diulang dari titik 00.00, karena selalu ada yang dirasa belum beres (masih kurang/ masih merugi).

Dalan kaitannya dengan kebelumberesan (kerugian) itu, pada Al-Asr 103, Ayat 2, Allah SWT berfirman, “Sungguh, manusia berada dalam kerugian.”

Dalm perniagaan di segala lini kehidupan, manusia selalu merugi. Betapa pun manusia itu dalam keadaan merugi, Allah SWT masih memberi kemurahan.

“Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran,” QS. Al-Asr 103, Ayat 3.

Implemtasi di bidang kekuasaan, terkait dengan pesta demokrasi lima tahunan, rakyat Indonesia membutuhkan penguasa yang beriman, penguasa yang mengerjakan kebajikan, penguasa yang saling menasihati untuk kebenaran dan penguasa yang saling menasihati untuk kesabaran.

Rakyat tidak membutuhkan penguasa (pemimpin) yang bertolak belakang dengan karakter sebagaimana ditetapkan Allah SWT. Terlebih lagi, tidak pernah mimpi punya pemimpin yang terlalu sensitif terhadap isue yang justru memperlemah kebersamaan. Bambang Wahyu Widayadi

infogunungkidul

Recent Posts

Bukaan Cupu Kyai Panjala Malam Selasa Kliwon, Salah Satu Ritual Sakral di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - JUM'AT LEGI, Ritual adat pembukaan Cupu Kyai Panjala di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar,…

13 jam ago

Polda DIY Gelar Sertijab Dirreskrimum, Kabidkeu, Kapolresta Sleman dan Kapolres Gunungkidul

YOGYAKARTA - SABTU KLIWON, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar serah terima jabatan Direktur Reserse Kriminal…

6 hari ago

Pucuk Pimpinan Polda DIY Resmi Berganti

YOGYAKARTA - JUM'AT WAGE, PUCUK pimpinan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi berganti, setelah Kapolri…

1 minggu ago

Seorang Karyawan Diduga Gelapkan Sejumlah Barang, Toko Grosir Batik di Jalan Wonosari Rugi Puluhan Juta

BANTUL - KAMIS WAGE, POLISI mengungkap kasus dugaan penggelapan sejumlah barang milik sebuah toko grosir…

1 minggu ago

Keselamatan & Perlindungan Jurnalis akan jadi Pembahasan Utama Silatnas Pendiri IWO

PENDIRI Ikatan Wartawan Online (IWO) akan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) perdana pada tahun 2026. Dalam…

2 minggu ago

Pilur Serentak Gunungkidul 26, Berikut Daftar Lengkap 31 Lurah Terpilih

GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI, Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Gunungkidul telah terlaksana, Sabtu (26/09/26).…

3 minggu ago