PERISTIWA

Jadi Klaster Covid-19 Pertama, Padukuhan Gadungsari Kembali Bangkit

WONOSARI-SENIN KLIWON | Sempat menjadi klaster pertama Covid-19, Padukuhan Gadungsari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, kini aktifitas warga perlahan kembali normal. Sebelumnya, Padukuhan Gadungsari terdapat 8 warga yang dinyatakan positif, sehingga puluhan lainnya harus menjalani isolasi mandiri.

Belum lama ini, oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Padukuhan Gadungsari dikukuhkan sebagai Kampung Tangguh Nusantara. Tak lepas dari peran aktif dan kerjasama seluruh warga. Inisiatif timbul sejak kasus pertama terjadi.

“Begitu ada satu warga kami yang dinyatakan positif Covid-19 beberapa waktu itu, warga setempat pun langsung berinisiatif untuk melakukan isolasi mandiri,” kata Sumarjono, Senin (13/07/2020) siang.

 

 

 

Lebih lanjut, Sumarjono menceritakan, kasus tersebut jelas membuat geger warga Padukuhan Gadungsari. Ditambah, menurutnya, 7 warga lainnya dinyatakan positif Covid-19, sejak tanggal 17 April hingga 7 Mei 2020. Dengan kondisi tersebut Padukuhan Gadungsari sebagai klaster Covid-19, pertama di Kabupaten Gunungkidul.

“Saya sendiri pun dinyatakan positif pada tanggal 07 Mei 2020 lalu, sehingga saya harus menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Wonosari, setelah seminggu lebih menjalani perawatan, saya dinyatakan sembuh dan boleh pulang pada 16 Mei 2020 lalu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat dirinya dinyatakan sembuh dan telah diperbolehkan pulang, warga Gadungsari bukannya menghindar, puluhan warga pun justru menyambut kepulangannya. Hal ini menunjukkan bahwa warga Gadungsari saling mendukung satu sama lain. Warga yang terinfeksi, baik yang sedang dirawat ataupun sembuh, ikut termotivasi.

 

 

“Sebagai antisipasi, sejumlah gerakan diinisiasi warga secara mandiri. Mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga menyediakan logistik selama masa karantina warga secara mandiri,” katanya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Jatayu Gadungsari Sulis mengatakan, bahwa untuk mencegah warga keluar rumah selama masa karantina 14 hari, kebutuhan logistik disediakan oleh warga dari berbagai pihak.

“Setidaknya ada kebutuhan pokok, gizi, dan pribadi mereka terpenuhi selama menjalani karantina,” katanya.

 

 

Sosialisasi protokol kesehatan dilakukan secara kencang. Mulai dari video hingga pemasangan banner edukasi. Melalui berbagai langkah mandiri, baik Sumarjono maupun Sulis berharap Gadungsari lebih kuat dan mampu mencegah penyebaran Covid-19.

Terpisah, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi, angkat bicara terkait kebangkitan Padukuhan Gadungsari. Padukuhan yang awalnya dihindari karena menjadi klaster pertama Covid-19, kini justru menjadi teladan karena ketangguhannya.

“Gotong-royong, kerukunan, serta saling memikirkan satu sama lain menjadi kunci dari Gadungsari dalam menghadapi COVID-19. Ini patut ditiru oleh warga lain,” kata Immawan lewat keterangannya. (Hery)

 

infogunungkidul

Recent Posts

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

4 jam ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

1 hari ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

3 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

4 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

4 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

6 hari ago