TOKOH Jakarta makin banyak yang memamerkan perilaku tidak patut diteladani. Melarang ucapan yang memicu kebencian, tetapi mereka justru melakukannya hanya saja tidak menyadarinya. Banyak contoh, yang terbaru adalah heboh soal babi panggang alias bipang.
Apa yang salah dengan bipang, walau itu meluncur dari ucapan Presiden Joko Widodo, tidak ada yang keliru sama sekali.
Artinya begini: kalian mau makan babi panggang silakan tidak jadi soal, kami tidak bakalan makan seperti yang kalian makan. Kami lebih mantab makan singkong rebus, itu urusan kami. Yang perlu diketahui, kami tidak akan memaksa kalian untuk makan singkong rebus.
Dalam hal makan tidak berlaku hukum paksaan. Nah selesai dan jelas duduk perkaranya to? Meminjam ideomatika Gus Dur, gitu aja kok repot.
Mengapa bangsa Indonesia ini masih saja suka menebar ucapan yang memicu kebencian, padahal negara ini negara kesatuan yang lebih mengutamakan rasa keindonesiaan yang rukun dan damai.
Mengapa Moeldoko menyerang Partai Demokrat, padahal seharusnya itu tidak begitu penting. Mengapa manusia Indonesia harus saling hujat dan saling benci, padahal kebencian di antara sesama bangsa itu yang meraih untung adalah pihak ketiga.
Jangan kalian membenci sesuatu, sementara dalam hal yang kalian benci itu ada kebaikan, hanya saja kalian tidak mengetahuinya.
Bangsa ini selalu diingat, “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”
Petunjuk di atas kurang apa? Mengapa centang perenang justru banyak diumbar di antara para tokoh di Jakarta? Apa memang dunia telah jungkir balik karena teknologi?
Bipang dilihat dari sisi ucapan maupun jenis makanan hukumnya terang benderang.
Kewajiban manusia itu menjaga dirinya dan keluarganya, tidak menjaga selain itu. Dasar perintahnya pun sangat jelas.
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”
Konteks perintah tersebut adalah begini: jagalah dirimu dan keluargamu agar tidak memakan daging babi panggang.
Termasuk jagalah dirimu dan keluargamu dari ucapan saling hujat dan saling maki yang menyuburkan kebencian. Jagalah dirimu dan keluargamu dari praktek rebutan kursi ketua umum partai politik dan seterusnya dan seterusnya. (Bambang Widayadi)
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…