GEDANGSARI-Minggu Pon | drg. Dyah Mayun Hartanti, MMR, melalui Istagram Pemkab Gunungkidul menyatakan, Kecamatan Gedangsari menempatti angka tertinggi soal pernikahan dini.
Untuk mengatasi tingginya kasus pernikahan remaja, dia nelakukan menginisiasi kampanye melalui tembang Ayunda Si Menik, Ayo Tunda Usia Menikah.
Tahun 2013, demikian drg. Hartanti mencatat, terjadi sembilan kasus pernikahan dini dan 20 kasus persalinan remaja.
VIDEO TERBARU:
“Kehamilan remaja di bawah usia 20 tahun menjadi salah satu penyebab stunting (tinggi badan tidak seirama dengan umur anak: red)” kata dia.
Menurutnya, Kecamatan Gedangsari menjadi penyumbang angka stunting tertinggi di Gunungkidul.
“Tahun 2017 mencapai angka 37,41 persen, padahal, menurut standar WHO kurang dari 20 persen,” paparnya.
Kampanye melalui tembang Ayunda Si Menik, berdasarkan pengamatan dia membuahkan hasil, terjadi penurunan angka pernikahan dini yang signifikan.
“Tahun 2013 terjadi sembilan kasus, tahun 2014 enam kasus, tahun 2015 dua kasus, dan tahun 2016 tidak ada kasus,” tegasnya.
Hasil kampanye yang dilakukan membuahkan hasil, terjadi juga penurunan angka stintung, dari 37,41 tahun 2017 menjadi 21,3 persen di tahun 2018. (Panji Kusmin)
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…
GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…