Kampanye Ayunda Si Menik Berpengaruh Pada Angka Stunting

237

GEDANGSARI-Minggu Pon | drg. Dyah Mayun Hartanti, MMR, melalui Istagram Pemkab Gunungkidul menyatakan, Kecamatan Gedangsari menempatti angka tertinggi soal pernikahan dini.

Untuk mengatasi tingginya kasus pernikahan remaja, dia nelakukan menginisiasi kampanye melalui tembang Ayunda Si Menik, Ayo Tunda Usia Menikah.

Tahun 2013, demikian drg. Hartanti mencatat, terjadi sembilan kasus pernikahan dini dan 20 kasus persalinan remaja.

VIDEO TERBARU:

“Kehamilan remaja di bawah usia 20 tahun  menjadi salah satu penyebab stunting (tinggi badan tidak seirama dengan umur anak: red)” kata dia.

Menurutnya, Kecamatan Gedangsari menjadi penyumbang angka stunting tertinggi di Gunungkidul.

“Tahun 2017 mencapai angka 37,41 persen, padahal, menurut standar WHO kurang dari 20 persen,” paparnya.

Kampanye melalui tembang Ayunda Si Menik, berdasarkan pengamatan dia  membuahkan hasil, terjadi penurunan angka pernikahan dini yang signifikan.

“Tahun 2013 terjadi sembilan kasus, tahun 2014 enam kasus, tahun 2015  dua kasus, dan tahun 2016 tidak ada kasus,” tegasnya.

Hasil  kampanye yang dilakukan membuahkan hasil, terjadi juga penurunan angka stintung, dari 37,41 tahun 2017  menjadi 21,3 persen di tahun 2018. (Panji Kusmin)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.