Sulap Limbah Kayu, Mantan Juru Masak Raup Jutaan Rupiah

256

WONOSARI-MINGGU PAHING | Limbah kayu tidak selamanya menjadi sampah, ditangan orang kreatif, ternyata limbah kayu dapat diubah menjadi sesuatu yang bernilai tinggi. Seperti yang dilakukan oleh seorang mantan juru masak, Florentinus Sarjono warga Padukuhan Praon, Kalurahan Pulutan, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Dari hasil kreasinya, setiap bulan Sarjono mampu meraup hasil hingga lima juta rupiah.

Kepada infogunungkidul.com Sarjono bercerita, akibat adanya pandemi covid 19, dirinya berhenti dari pekerjaan lamanya sebagai juru masak warung seafod yang ia rintis bertahun-tahun. Praktis, setelah warung tutup dirinya menjadi pengangguran.

Namun siapa sangka, menganggur akibat masa pandemi membuat kreativitas seseorang meningkat. Sarjono mengubah limbah kayu mebel tidak terpakai menjadi sebuah media lukis yang begitu arstistik dan juga eksotik. Berkat kreativitasnya tersebut, kini ia dibanjiri banyak pesanan. Tak hanya dari lokal Jogjakarta saja, melainkan juga dari luar Pulau Jawa.

Dikatakanya, ide membuat karya lukis arstistik tersebut ketika dirinya menganggur akibat terdampak pandemi covid-19. Tak ingin larut dalam kesedihan, akhirnya Sarjono mulai melihat adanya peluang bisnis dari banyaknya limbah kayu mebel disekitar rumahnya.

“Iseng – iseng saja melukis dimedia kayu limbah, ternyata membawa berkah tersendiri, bahkan banyak pesanan lukis wajah yang kini membanjiri pesanan dirumah,” katanya, Sabtu (21/11/2020) siang.

Sarjono mengatakan, dalam satu bulan, kini dirinya bisa mendapatkan 5-8 pesanan lukisan wajah media kayu limbah. Untuk satu lukisan dijual dengan harga Rp 500 ribu rupiah tergantung kesulitan serta besar kecilnya ukuran kayu limbah.

Lebih lanjut Sarjono menyampaikan, sebelum melukis, terlebih dahulu ia menghaluskan limbah kayu dengan amplas agar permukaannya rata dan halus. Usai dihaluskan, limbah kayu lantas dirakit sedemikian rupa sehingga menjadi media lukis. Dalam satu kali melukis Sarjono membutuhkan waktu antara lebih dari satu jam hingga 4 hari pengerjaan tergantung kesulitan dari lukisan.

“Pesanan paling banyak adalah lukisan wajah ataupun foto seseorang, jika ingin memesan hanya perlu mengirimkan foto saja untuk kemudian nanti saya tiru dan dilukis dimedia kayu limbah,” tambahnya.

Dimasa pandemi, ide kreatif dibutuhkan untuk bisa bangkit secara ekonomi dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada disekitar lokasi. Siapa yang menyangka hanya dari limbah kayu mebel bisa diubah menjadi media lukis dan mendapatkan omset hingga Rp 5 juta perbulan. (Hery)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.