“Korban sempat mencari bantuan warga yang ada di sekitar ladang. Namun karena api sudah membesar dan banyaknya limbah panen mudah terbakar disimpan di kandang serta tidak ada sumber air maka api sulit dipadamkan,” terang Wijayadi, Selasa (21/05) pagi.
Lebih lanjut Kapolsek Saptosari menyampaikan, api baru dapat dipadamkan setelah beberapa jam kemudian. Adapun bangunan kandang dengan ukuran 3 x 4 meter telah ludes menjadi arang, sedangkan 1 (satu) ekor sapi di dalamnya ikut terpanggang.
“Satu ekor sapi betina jenis Limosin dalam kondisi bunting 6 bulan mati terbakar di dalam kandang,” jelas Wijayadi.
Korban diperkirakan menderita kerugian empat juta rupiah untuk perkiraan nilai kandang dan enam belas juta rupiah, perkiraan harga sapi.
“Total kerugian korban kurang lebih Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah),” ungkap Wijayadi. Ag
Page: 1 2
YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…
YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…