KESEHATAN

Kapasitas RS Menipis, Immawan Wahyudi : Mohon Warga Patuhi PSTKM

WONOSARI-SENIN PAHING | Kabupaten Gunungkidul termasuk salah satu wilayah di Pulau Jawa yang diminta melaksanakan pembatasan aktivitas masyarakat terbatas oleh pemerintah pusat. Persiapan pun telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan bahwa, ada sejumlah indikator yang membuat wilayah ini masuk dalam pembatasan. Hal itu diketahui setelah rapat koordinasi (rakor) beberapa waktu lalu

“Berdasarkan rakor, terungkap bahwa rasio kesembuhan hingga ketersediaan tempat tidur RS di Gunungkidul tak mencapai syarat minimal,” jelas Immawan, Senin (11/01/2021).

Menurut informasi yang dihimpun, tingkat kesembuhan COVID-19 secara Nasional berada di kisaran 80 persen. Sedangkan ketersediaan tempat tidur RS untuk isolasi disyaratkan minimal 70 persen. Namun demikian, berdasarkan data terkini, terungkap bahwa angka kesembuhan COVID-19 Gunungkidul per 10 Januari ini mencapai 69,54 persen. Sedangkan kapasitas RS per 8 Januari lalu sudah melampaui 90 persen.

“Perkembangan kasus COVID saat ini kian meningkat, sedangkan fasilitas juga terbatas,” jelas Immawan.

Melihat kondisi tersebut, ia pun meminta warganya untuk mematuhi Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM). Pelaksanaan PSTKM berlangsung pada 11-25 Januari 2021.

Tak hanya masalah kapasitas RS rujukan menipis, Immawan menyebut angka kasus meninggal dunia juga ikut meningkat. Salah satunya pernah dilaporkan ada 2 kasus meninggal dunia dalam 1 hari.

“Saya minta pada seluruh warga, jika tidak ada kepentingan mendesak mohon kurangi aktivitas di luar rumah,” katanya.

Terpisah, Direktur RSUD Wonosari dr Heru Sulistyowati menyatakan ruang isolasi untuk perawatan pasien COVID-19 bergejala penuh pada Sabtu (09/01/2021) lalu. Saat itu tercatat ada 25 pasien yang dirawat. Mereka terbagi atas 17 pasien dewasa, 7 anak, dan 1 pasien yang ditempatkan di ICU. Alhasil, pihak rumah sakit pun tak bisa menampung pasien bergejala jika terjadi penambahan.

“Opsinya merujuk pasien ke sejumlah RS swasta yang ada di Gunungkidul atau Kota Yogyakarta,” kata Heru pada wartawan.

Selain pasien konfirmasi positif, RSUD Wonosari juga merawat pasien berstatus Suspek. Mereka dirawat di Ruang Bakung yang memiliki kapasitas sebanyak 7 kamar.

Tiap kamar sendiri berisi setidaknya 2 tempat tidur, sehingga total terdapat 14 tempat tidur. Menurut Heru, langkah antisipasi tetap disiapkan jika terjadi lonjakan kasus konfirmasi positif baru.

“Nantinya Ruang Bakung akan digunakan untuk menampung pasien konfirmasi positif saja jika terjadi lonjakan,” katanya. (Hery)

infogunungkidul

Recent Posts

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

16 jam ago

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

2 hari ago

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

1 minggu ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

1 minggu ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

1 minggu ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

1 minggu ago