BUDAYA

Karang Taruna dan Pokdarwis Dilatih Pranatacara

WONOSARI – KAMIS LEGI | Sebagai upaya regenerasi, Dinas Kebudayaan (Disbud) atau Kundha Kabudayan Gunungkidul, melakukan Pelatihan Pranatacara, di Balai Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidu Kamis, (17/09/20).

Kabid Sejarah, Bahasa, dan Sastra Disbud Gunungkidul Sigit Pramudyanto mengatakan, kegiatan ini bukan pelatihan pranatacara atau pembawa acara (MC) biasa. Peserta, yang hadir dilatih untuk menjadi pembawa acara berbahasa Jawa dengan pakaian lengkap adat formal.

“Sebanyak 32 peserta yang sebagian besar berusia muda mengikuti pelatihan yang digelar sejak 15 September lalu,” katanya, pada Kamis (17/09/2020) siang.

Sigit menambahkan, bahwa mereka merupakan perwakilan karang taruna hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dari seluruh pedukuhan di Bejiharjo.

Lebih lanjut, Sigit juga menjelaskan, pelatihan ini dilakukan sebagai upaya regenerasi.

Sebab menurutnya, sebagian besar pembawa acara bahasa Jawa di Gunungkidul sudah berusia tua. Hal ini bisa menyebabkan pranatacara bahasa Jawa semakin langka.

“Pelatihan ini sekaligus pembinaan bahasa dan Sastra Jawa sebagai upaya pelestarian budaya,” jelasnya.

Kalurahan Bejiharjo menjadi lokasi pertama pelatihan pranatacara tahun ini, dijelaskan Sigit, lantaran statusnya sebagai desa budaya.

“Menyesuaikan situasi saat ini, pelatihan juga dilaksanakan dengan protokol kesehatan Covid-19,” ucapnya.

Sementara itu Sujarwo selaku penanggungjawab acara dari Kalurahan Bejiharjo mengatakan, pelatihan ini sebagai upaya peremajaan. Sebab di Bejiharjo sendiri kebanyakan pranatacara bahasa Jawa sudah berumur. Peserta yang hadir di sini pun juga sebagian besar belum memiliki pengalaman sebagai pembawa acara.

“Selama 3 hari pelatihan ini, seluruh peserta akan mendapatkan materi secara lisan dan tulisan, pada hari terakhir ini tiap peserta mencoba tampil untuk menjadi pembawa acara, sembari dinilai penampilannya,” katanya.

Menurut Sujarwo, pelatihan ini jadi modal awal peserta untuk menjadi pembawa acara dalam kegiatan apa pun. Mulai dari pernikahan, syukuran, hingga hajatan tingkat pedukuhan.

“Jadi ilmu dari pelatihan ini bisa digunakan sesuai kebutuhan, terutama yang menggunakan adat Jawa secara formal,” ucapnya. (Hery)

infogunungkidul

Recent Posts

Mencuri Motor, Warga Gunungkidul Ditangkap Polisi

BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…

11 jam ago

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

22 jam ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

2 hari ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

4 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

5 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

5 hari ago