PERISTIWA

Kelapa Gagak Emprit Simbol Wiji Ratu Setelah Kerajaan Masa Lampau Surut

GUNUNGKIDUL-SENINI LEGI | Intelektual sekaligus tokoh kebudayaan Gunungkidul melempar statemen berbahasa Jawa “Gunungkidul Bumi Pusaka, ora sak dhengah pawongan isa mimpin ing Bumine Para Wiku“.

Terjemahan bebasnya Gunungkidul adalah tanah pusaka, tidak setiap orang bisa memimpin di bumi para leluhur.

Lalu kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Raden Mas Kukuh Hestriyasning (Rama Aning) menyahut dengan intuisi serta referensi alam raya.

“Betul. Bumi Gunungkidul itu tidak jauh dari tanah perjanjian baru, sama halnya dengan Tanah Kanaan,” ucap Rama Aning, di Ndalem Benawan, (24-4-2022).

Sepengetahuan saya, demikian Rama Aning menambahkan, Tanah Kanaan adalah tanah yang dijanjikan Allah untuk bangsa Israel.

Ini mirip dengan Gunungkidul sebagai tanah yang diperjanjikan oleh Gusti Allah kepada para Wiku dengan turunnya wahyu Kelapa Muda Gagak Emprit Ki Ageng Giring yang jatuh ke tangan Ki Ageng Pemanahan.

Wiji Ratu mangejawantah pada Danang Suta Wijaya turun temurun, kemudian puncaknya ada di tangan Sri Sultan Hamengku Buwono Ke IX.

Raja yang diangkat ke singgasana pada tahun 1939 ini menyumbangkan kekayaan Keraton Ngayogyakarta 6,5 juta gulden kepada Pemerintah Republik Indonesia, pada saat awal mula lepas dari cengkeraman Belanda.

Sebegitu ikhlas Sultan Jogja menyumbangkan kekayaan Kraton kepada negara yang baru lahir kala itu. Ini karena dia dipayungi Wiji Ratu.

Pada era pemerintahan Soeharto, Sri Sultan HB IX duduk di kursi Wakil Presiden, meski berikutnya beliau pilih mengundurkan diri dari jabatan tersebut, karena alasan tertentu.

Jauh sebelum itu, Sultan Agung dengan gagah berani menggempur VOC di Batavia, meski harus menemui kegagalan karena logistik dibumi hangus habis oleh Kumpeni.

Alur Wiji Ratu Tanah Jawa mengalir dari Majapahit (Brawijaya) ke Demak (Sultan Trenggana) kemudian bergeser ke Pajang ( Sultan Hadiwijaya) dan berikutnya parkir di Mataram (Suta Wijaya).

Ki Ageng Giring dan Ki Ageng Pemanahan adalah dua tokoh sentral. Mereka bersaudara yang kemudian berebut Wahyu Wiji Ratu di tlatah Gunungkidul.

Banyak tulisan yang menyebut dan memaparkan bahwa mereka berdua adalah berdarah Majapahit. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

4 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

3 minggu ago