Usai memaparkan teori, di Rumah Makan Numani, Karangrejek, kepada awak media Sakiya menyatakan, pangkal permasalahan melemahnya kemampuan berbahasa Jawa adalah minimnya jam pelajaran di sekolah.
“Terutama Sekolah Dasar, hanya dua jam perminggu,” ujar Sakiya (4/9/19).
VIDEO TERBARU:
Dia melihat, kemampuan penggunaan bahasa Jawa di kalangan anak muda, sangat memprihatikan. Bahasa ibu mereka, kata Sakiya, bukan lagi bahasa Jawa tetapi bahasa Indonesia.
Guna mengimbang ciri khas DIY, pegambil kebijakan harus ada keberanian mengubah regulasi, agar bahasa Jawa memperoleh porsi jam yang memadai.
Menurutnya, demi pelestarian bahasa Jawa, tidak ada kata terlambat.
Sementara itu, Marsudi, Plt Kasi Kesos, Kecamatan Gedangsari, salah satu peserta pelatihan mengaku, bahwa berbicara dalam bahasa Jawa memang tidak mudah.
Dia menyatakan kemampuan berbahasa Jawa rata-rata orang Jawa nyaris hilang. Itu sejak kapan, Marsudi tidak bersedia memastikan. (Panji Kusmin)
Page: 1 2
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…
GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…
GUNUNGKIDUL – SELASA PON, Seorang laki-laki berinisial S (64), warga Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, ditemukan…
PALIYAN - MINGGU PAHING, Pengemudi Toyota Inova diduga mengantuk mengakibatkan kecelakaan beruntun di Jalan Paliyan-Saptosari,…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIT Studi Hukum Perdata (USHP) Fakultas Hukum Universitas Janabadra resmi meluncurkan…
GUNUNGKIDUL – SABTU LEGI, Menyongsong libur nasional dan perayaan Paskah 2026, Kepolisian Resor (Polres) Gunungkidul…
View Comments
Pembelajaran Bhs Jawa di SD yg asal asalan ditamvah lagi guru yg mengajar bahasa Jawa di SD tidak ada yg dari prodi Bahasa Jawa