PERISTIWA

Kera Bali Diakrabi, Kera Gunungkidul Dimusuhi

WONOSARI-JUMAT KLIWON | Kera di Pulau Dewata hidup berdampingan dengan penduduk, bahkan dengan wisatawan. Hal itu bisa dilihat di Ubud, di Sangeh, di Alas Kedaton, atau pun di. Nusapenida. Di sana sama sekali tidak ada permusuhan. Kera, dihimpun dari berbagai sumber, meski tidak ada pernyataan resmi dari Pemerintah, di Bali telah menjadi bagian dari pariwisata. Sangat berbeda dengan yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hampir semua pejabat Gunungkidul menyatakan, bahwa kabupaten terluas di DIY itu bisa menjadi Bali ke dua, alias menjadi daerah tujuan wisata terkenal di Indonesia.

Pernyataan tersebut tidak ada salahnya, tetapi menjadikan kera bersahabat dengan penduduk, juga dengan wisatawan, Pemerintah Belum memiliki konsep yang terarah.

Alip Supriyo, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Terpilih yang belum dilantik secara tegas mengatakan, bahwa kera yang sebagian besar hidup di sepanjang pantai selatan menjadi musuh utama penduduk, terutama warga tani.

“Data jumlah kera ekor panjang serta pendokumentasiannya saya akui belum dilakukan, tetapi mereka hidup berkelompok. Setiap kelompok sekitar empat puluh lebih merusak (memakan) tanaman para petani,” papar Alip Supriyo,” 22-9-2021 silam.

Menyusul 25 September 2021 Bupati Gunungkidul H. Sunaryanta bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Daerah Istimewa Yogyakarta menurunkan Suku Baduy menangkap sebagian kera ekor panjang yang dianggap menggangu tananam petani.

Tentang jumlah kera ekor panjang berdasarkan informasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul Agus Priyanto selama ini belum diketahui.

“Kami di DLH tida ada data populasi kera ekor panjang,” ujarnya Jum’at 1-10-2021.

Ditelusuri dari berbagai sumber, habitat jera ekor panjang pertama di hutan milik negara seperti halnya sekitar Alas Sodong di Kapanewon Paliyan.

Kedua, sebagian besar pemukiman utama kera tersebut ada di tanah Sultan Ground (SG).

Ketika Pemerintah dalam hal ini BKSDA berkeinginan menekan angka kemiskinan di Gunungkidul dengan program Hutan Kemasyarakatan (HKM), masyarakat menggarap hutan negara dengan tanaman pokok kayu jati ditumpangsari dengan padi, jagung, ketela serta kedelai.

Kera yang awalnya nyaman, dengan dibukanya HKM merasa terusik. Secara tidak disadari para petani di hutan negara menanam jagung dan ketela yang kebetulan disukai kera.

Hal yang sama terjadi ketika penduduk menggarap tanah SG di sepanjang pantai Gunungkidul. Rombongan kera itu sebenarnya tidak tepat jika disebut sebagai merusak tanaman petani.

“Mereka tahu bahwa di sekitarnya ada tanaman yang bisa dimakan, ya mereka makan,” ujar MH Mudi Lestari pegiat lingkungan asal Kapanewon Patuk.

Dia menyarakan, bahwa Pemda Gunungkidul agar lebih cerdas mengambil tindakan.

“Pemda Bali boleh dijadikan model, atau juga Jawa Tengah seperti di Tawangmangu. Di sana kera bisa akrab dengan warga, mengapa Gunungkidul tidak,” pungkasnya. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Pilur Serentak Gunungkidul 26, Berikut Daftar Lengkap 31 Lurah Terpilih

GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI, Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Gunungkidul telah terlaksana, Sabtu (26/09/26).…

17 jam ago

Sadar Ditunggangi Oknum, Polemik Watu Bolong Berakhir Damai

GUNUNGKIDUL – SABTU LEGI, Polemik pembongkaran Mushola Watu Bolong Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul…

19 jam ago

Geger Mushola Dibongkar, Inilah Duduk Permasalahannya

GUNUNGKIDUL - JUMAT KLIWON, Geger persoalan pembongkaran mushola Watu Bolong Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten…

2 hari ago

Belasan Rumah Dinas Brimob Polda DIY Dibangun di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, SEBANYAK 18 unit rumah dinas Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda…

5 hari ago

Viral Kasus Bolosego, Oknum Polisi Dipatsus

YOGYAKARTA - SELASA PAHING, Aipda S  seorang oknum anggota polisi Polsek Kraton menjalani pemeriksaan Propram…

5 hari ago

Hari Jadi Karangasem, Puluhan UMKM Gelar Bazar

GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Hari Jadi Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan yang ke-93 menggelar bazar UMKM,…

1 minggu ago