Categories: NASIONAL

Ketua PWRI: Leo Batubara Menolak Wartawan Ditangkap Polisi Karena Berita

JAKARTA, (Minggu Pahing)-Polemik kematian wartawan MY di Kota Baru masih santer mejadi pembicaraan. Ketua Umum PWRI, Suriyanto, SH, MH, MKn, akhirnya berbicara bahwa tokoh Dewan Pers yang sekaligus tokoh kebebasan pers, Leo Batubara dimanfaatkan orang tertentu. Setelah klarifikasi, Leo Batubara sangat menolak jika ada wartawan yang ditangkap polisi karena berita, siapapun itu wartawannya, lulus atau tidak UKW (uji kompetensi wartawan).

Dikutip dari http:/www.sinarpagibaru.id/detai?id=142, yang diunggah hari ini (01/07), Ketua Umum Pesarsatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) angkat bicara terkait peristiwa hukum yang menjerat wartawan MY di Kotabaru hingga akhir MY kehilangan nyawa.

Ia menilai ada satu sudut pandang yang berbeda, menurutnya, tokoh Dewan Pers yang sekaligus tokoh kebebasan pers, Leo Batubara diduga kuat dimanfaatkan oleh orang tertentu, (para pengurus) untuk merekomendasikan bahwa pemberitaan MY itu seperti yang diketahui dinilai menyudutkan salah satu perusahaan di Kotabaru.

Sebab, lanjut Suriyanto, Leo Batubara yang sudah memberikan klarifikasinya kepada kawan-kawan organisasi wartawan di Majelis Pers sangat berlawanan dengan apa yang dialami MY.

Pada saat itu, Leo menerangkan kronologis awal kepolisian datang ke Dewan Pers, kemudian dia mendapat mandat penunjukkan untuk memberikan penilaian atas pemberitaan MY.

Diterangkan juga,  Leo Batubara adalah orang yang sudah sangat tua, lahiran tahun 1938, bahkan pendengarannya saja sudah berkurang.  Waktu di Majelis Pers lantai 5 Gedung Dewan Pers, Leo menerangkan bahwa ia sangat menolak jika ada wartawan yang ditangkap oleh polisi karena berita, siapapun itu wartawannya, lulus atau tidak UKW (uji kompetensi wartawan).

“Jadi banyak hal yang disampaikan oleh Leo Batubara pada saat itu adalah berlawanan pada kenyataan proses-proses hukum yang dilalui wartawan MY”, terangnya.

Setelah klarifikasi yang dilakukan Leo Batubara di Majelis Pers, Suriyanto menjadi bertanya-tanya, kenapa Leo Batubara yang ditunjuk oleh Dewan Pers?. Padahal Leo Batubara sudah usur atau sangat tua, sebentar lagi umurnya 80 tahun, bahkan pemikirannya sering berubah-ubah. Ini patut menjadi suatu kecurigaan ada yang memanfaatkan figur, atau dijadikan kambing hitam.

Ia menambahkan, Leo Batubara adalah “icon” Dewan Pers dan tokoh kebebasan pers. Sangat tidak mungkin Leo Batubara mau menjerumuskan wartawan ke dalam penjara, katanya mengakhiri.

Seperti diketahui bahwa Leo Batubara mendapat mandat memberikan saran dan penilaian atas permintaan Polres Kotabaru berdasarkan surat No.21/DP/KSA/3/2018. (Jk)

 

infogunungkidul

Recent Posts

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

5 hari ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

5 hari ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

5 hari ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

5 hari ago

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Peringkat Tertinggi PTKIN di Indonesia

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…

5 hari ago

Ribuan Lulusan Pascasarjana UGM Jalani Proses Wisuda

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…

5 hari ago