MENGAPA penyakit menular seperti corona harus menimpa umat manusia? Pertanyaan sangat sederhana bagi Allah SWT. Tidak dirahasiakan, karena jawabannya telah ditaruh di Al-Ankabut 3.
“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”
Dunia sangat jelas, bahwa hanya ada dua kelompok besar. Satu kelompok orang yang benar, dan kelompok lain orang yang berdusta.
Apa pula yang diragukan oleh para pendusta? Tidak lain, dari awal hingga kini masih sama, soal keraguan tentang Hari Pembalasan.
Karena ketidakyakinan adanya hidup sesudah mati, pada hari perhitungan, tempat segala perbuatan manusia diperlihatkan, maka penyakit menular itu diturunkan.
Penyakit menular yang penyebarannya dalam skala besar sampai ke seluruh penjuru dunia, menjadi salah satu pertanda dekatnya hari kiamat.
Rasulullah SAW pernah bersabda, “Di antara enam tanda-tanda kiamat adalah timbulnya berbagai penyakit menular yang mengakibatkan banyak di antara kalian meninggal (karenanya) seperti matinya kambing di tempatnya.”
Artinya? Meski manusia mengurung diri di dalam rumah, bukan mustahil corona akan menghampirinya.
Penyebaran penyakit mematikan dalam skala besar pernah terjadi di daerah ‘Amwas (daerah bagian Palestina) sekitar tahun 18 Hijriah.
Diceritakan, penyebarannya merambat sampai ke seluruh pelosok negeri Syam.
Tercatat lebih dari 25.000 orang meninggal dunia akibat penyakit menular, termasuk di dalamnya adalah sahabat Nabi Muhammad SAW, yang terkemuka, Abu Ubaidah Amir bin Al-Jarrah Ra.
Dalam poisi corona menghajar umat di tahun 2020, manusia menghadapi dua pilihan, siap untuk mati, dan siap untuk hidup.
Mati merupakan kelanjutan hidup yang sesungguhnya. Hidup adalah antrian mati yang telah ditetapkan-Nya.
Bambang Wahyu Widayadi
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…
GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…
GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…