Categories: DAERAH

Kincir Angin Rapuh, Roboh Bisa Makan Korban

Infogunungkidul, Sabtu Kliwon –  Kincir angin dan jaringan tampungan air bersih Padukuhan Pacing, Desa Pacarejo Kecamatan Semanu rapuh. Tidak terawat, banyak baut raib juga berkarat. Belum ada dinas ataupun pihak  yang mengklaim bertanggungjawab.

Posisi kincir angin terletak di sisi jalan utama masuk padukuhan. Warga khawatir  kincir angin bisa ambruk sewaktu-waktu.

Dijelaskan oleh ketua RT setempat Bagyo, bangunan kincir dengan ketinggian kurang lebih 30 meter tersebut dibangun pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto sekitar tahun 1980.

“Kawasan Pacing dulu sulit air, bangunan kincir berikut sumur bor dan tampungan di maksudkan untuk penyediaan air bersih, tempat mandi dan mencuci bagi warga masyarakat,” papar Bagyo.

Namun lanjut Bagyo, tidak diketahui instansi atau dinas apa yang membangun. Di sekitar lokasi saat dilakukan penelusuran tidak ditemukan prasasti atau petunjuk untuk menjelaskan hal itu.

Kepala Desa Pacarejo Suhadi, ketika dikonfirmasi juga tidak bisa memberikan penjelasan. Menurutnya, terkait bangunan tua kincir angin di Padukuhan Pacing pihak Desa Pacarejo tidak menemukan arsip pembangunannya.

Diakui oleh Suhadi kondisi bangunan saat ini sangat mengawatirkan bila sewaktu-waktu roboh, namun pihak desa tidak berani melakukan langkah untuk pembongkaran ataupun perbaikan.

“Saya sudah cek. Desa sama sekali tidak ada dokumen,” keluhnya

bahkan tahun berapa dibangun dan siapa yg membangun, teman-teman perangkat minim informasi,” jelas Suhadi.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Gunungkidul, Ir. Eddy Praptono, MSI. menyatakan hal yang sama. Dinas PU merasa tidak pernah mengelola aset berupa kincir angin di wilayah Padukuhan Pacing.

“Bukan aset DPU, sepengetahuan saya PU tidak mengelola aset kincir angin, coba cek pada bidang pengairan,” ungkap Eddy.

Kini masyarakat Padukuhan Pacing hanya berharap agar segera ada pihak yang bertanggung jawab untuk sesegera mungkin melakukan pembongkaran atau perbaikan bila memang akan di fungsikan lagi. Jangan sampai ada korban jatuh baru muncul pahlawan kesiangan.

Reporter: Agus SW

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

3 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

3 minggu ago