GEDANGSARI, Senin Legi–Pemasaran pisang raja secara online, dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Mertelu membuahkan hasil. Kripik Pisang khas Mertelu merebut perhatian pengusaha negeri Kanguru, Australia. Mulai November 2017 BUMDes ditantang mengirim kripik 420 ton per bulan.
Tugiman, Komisaris BUMDes Desa Mertelu mengatakan hal di atas, di area pabrik pisang, Minggu (22/10).
Dia menjelaskan BUMDes awalnya hanya memiliki kekuatan mengirim 1,5 ton sampai 2 ton per bulan, ke 10 kota besar di Indonesia.
Mulai bulan November 2017 ada permintaan ke Australia, per hari 14 ton kripik pisang tanpa bumbu (original).
“Pengemasan serta pemberian bumbu akan dilakukan rekanan dari Australia,” jelas Tugiman
Menurutnya telah ada kesepakatan harga, tinggal penandatangan perjanjian kerjasama antara BUMDes dengan rekanan dari luar negeri.
Berbicara masalah bahan baku, Tugiman yang sekaligus Kepala Desa Mertelu, memilih menggandeng pedagang dari desa tetangga se kecamatan Gedangsari.
Dengan berdirinya pabrik pisang, dia menyebut, Desa Mertelu memiliki dua keuntungan. Pertama warga memperoleh lapangan kerja, kedua petani bisa menjual pisang dengan harga memadai.
“Pisang Rojo putri atau Rojo Bandung di pasaran bebas terlalu murah. Di BUMDes, kami beli Rp 1.800,00 hingga Rp 2.000,00 per kg,” tegasnya.
Reporter: W. Joko Narendro
YOGYAKARTA – SELASA WAGE, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta melarang seluruh personelnya menggunakan rokok Elektrik atau…
BANTUL - SENIN PON, KECELAKAAN tunggal yang melibatkan sebuah truk Hino bernomor polisi H-8168-OH terjadi…
SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…