PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo menetapkan 1 Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara melalui Kepres Nomor 2 Tahun 2022 yang ditandatangani tanggal 24 Februari 2022.
Inisiator yang disebut di dalam Keputusan Presiden itu hanya 4 tokoh diantaranya Sri Sultan HB ke-9, Panglima Besar Jendral Sudirman, Soekarno, dan Muhammad Hatta.
Dikumpulkan dari berbagai sumber nama Soeharto tidak disebut sebagi penggagas Serangan Rumah 1 Maret 1949.
Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 membuat sebagian penikmat sejarah mempertanyakan keabsahan kebijakan yang diambil Jokowi.
Secara hukum sejarah Serangan 1 Maret di Yogyakarta tidak ada yang berubah. Yang bergeser adalah soal interpretasi yang melatarbelakanginya. Masyarakat Yogyakarta dan Indonesia pada umumnya tidak mau ada kultus pribadi di dalam Serangan umum 1 Maret tersebut.
Berdasarkan kajian sejak tahun 2018 hingga 2020 hasilnya menetapkan bahwa tanggal 1 Maret 1949 dianggap sebagai tonggak penegakan kedaulatan negara. 4 tokoh nasional dianggap sebagai inisiator serangan umum sementara kolonel Soeharto diakui sebagai eksekutor Serangan Umum 1 Maret 1949.
Ahli sejarah Anhar Gonggong mengaku mempunyai dokumen otentik, bahwa Soeharto komando Bambang Sugeng selaku Pangdam yang berkedudukan di Semarang. (Bambang Wahyu)
BANTUL - SENIN PON, KECELAKAAN tunggal yang melibatkan sebuah truk Hino bernomor polisi H-8168-OH terjadi…
SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…
BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…