GEDANGSARI-Jumat Pon | Surono, tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama, mendirikan Yayasan Islam Nahdlatuth Thullaab 1 November 2018 silam. Tahun pelajaran 2019-2020 dia membuka Madrasah Ibtidaiyah (MI), dengan harapan peserta didik baru memiliki kualitas tiga C : cerdas intelektual, cerdas emosional, dan cerdas spiritual.
Hal tersebut terungkap pada sambutan Camat Gedangsari, Martono Imam Santoso, saat meresmikan MI NU Thullaab (11/7).
Sebelum membuka MI, Yayasan Islam NU Thullaab mengelola 160 santri asal Desa Ngalang bahkan juga dari Kecamatan Nglipar.
Tahun pelajaran 2019/2020 MI NU Thullaab menerima 8 siswa kelas 1 berasal dari desa Ngalang dan Hargomulyo.
Harapan utama, berdirinya MI NU Thullaab akan membawa mental anak pada ‘golden age’ (usia emas) ke arah terbentuknya karakter sholeh dan pintar.
“Tidak hanya pintar, tetapi mental, karakter mulia, smart dan agamis atau religius,” ujar Surono Camat Gedangsari sebelum meresmikan.
MI Nahdlatuth Thullaab menyatakan, lembaga ini akan diminati wali murid, karena mampu menyandingkan ilmu pengetahuan dan agama sehingga anak didik berakhlak mulia.
“Anak didik memiliki kecerdasan komprehensif, cerdas secara intelektual, cerdas secara emosional, dan cerdas spiritual,” tandas Camat, Imam Santoso. (bambang wahyu widayadi)
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…
GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…
GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…